Nemanja Matic Resmi Tambah Kontrak di MU

Senin Sore (06/07), Manchester United mengkonfirmasi bahwa pihak klub telah mencapai kesepakatan dengan gelandang veteran klub, Nemanja Matic terkait kontrak baru. Ya, pemain Serbia itu telah resmi memperpanjang kontraknya di Old trafford.

Sejatinya, kontrak mantan pemain Chelsea tersebut baru akan berakhir pada musim panas ini. Tapi memang dalam kontraknya tersebut terdapat klausul yang memperbolehkan perpanjangan otomatis untuk satu tahun ke depan.

Nah, mengingat kontribusi sang pemain dalam skuat arahan Ole Gunnar Solskjaer yang cukup besar, akhirnya pihak klub mengaktifkan klausul tersebut. Bahkan, tak tanggung-tanggung, raksasa Premier League ini memberikan kontrak tiga tahun untuk Matic.

“Manchester United senang bisa mengumumkan bahwa Nemanj Matic telah menandatangani kontrak baru, yang membuatnya bertahan di klub hingga Juni 2023,” bunyi pernyataan resmi United.

Mendapatkan kontrak baru berdurasi cukup panjang, pemain berusia 31 tahun itu mengaku senang. Tentu saja dia siap membantu klub untuk meraih target-targetnya selama tiga musim ke depan.

“Saya sangat senang bisa terus menjadi bagian dari klub yang hebat ini. Sebagai seorang pemain, saya masih bisa berkontribusi untuk tim ini dan masih banyak hal yang ingin saya capai dalam karir saya.”

“Bisa meraih itu bersama Manchester United akan menjadi kebanggaan besar bagi saya.” Ujar Matic sebagaimana dilansir situs resmi klub.

Lebih lanjut, mantan pemain Benfica mengaku sangat optimis dengan peluang Manchester United untuk bersaing dalam perburuan gelar juara di musim-musim berikutnya.

“Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari tim yang menarik seperti ini. Kami memiliki keseimbangan yang bagus antara pemain muda dan juga pemain berpengalaman, dan ada hubungan yang baik di dalam klub ini.” Tandasnya.

Manchester United memang sedang berada dalam jalur yang positif. Dalam 16 laga terakhir, mereka tak pernah terkalahkan dan berhasil meraih 14 kemenangan diantaranya, termasuk dalam laga melawan Bournemouth akhir pekan kemarin.

Matic sendiri belakangan tengah menunjukkan performa yang impresif di skuat Manchester United. Yang bersangkutan kerap jadi starter dan menjadi tandem gelandang Paul Pogba di lini tengah.

Pep Guardiola Akui Akan Sulit Fokus Pada Premier League Saja

Meski gelar Premier League sudah dipastikan jatuh ke tangan Liverpool, tapi tim-tim lain termasuk Manchester City harus tetap fokus pada sisa pertandingan musim ini. Namun, pelatih Pep Guardiola mengakui bahwa itu akan sulit bagi para pemainnya.

Pertandingan Premier League terakhir yang dimainkan Manchester City adalah tengah pekan kemarin. Dalam laga tersebut mereka secara mengejutkan takluk 1-2 dari tuan Rumah. Kekalahan tersebutlah yang membuat persaingan gelar juara berakhir.

Jarak poin dengan Liverpool menjadi 23 poin, praktis Tim Marseyside berhak jadi juara karena musim ini hanya menyisakan tujuh pertandingan saja.

Tentu itu menyakitkan, tapi para pemain Manchester City tampak langsung move on dengan memenangkan pertandingan perempat final Piala FA melawan Newcastle United. Mereka memenangkan laga tersebut dengan skor telak 2-0.

Dengan kemenangan ini, Citizen dipastikan melangkah ke babak semifinal dan akan berhadapan dengan Arsenal.

Namun, diakui oleh pelatih Pep Guardiola bahwa kemenangan tersebut tak lantas membuat pasukannya bisa fokus meraih hasil maksimal di sisa pertandingan Premier League musim ini.

“Setelah kekalahan di London atas Chelsea, tentu saja sekarang kami sedikit kesulitan untuk fokus di Premier League,”

“Kami bermain untuk lolos ke Liga Champions, belum selesai tapi kami sudah dekat, kami membutuhkan dua kemenangan lagi,” ujar Guardiola seperti dikutip Goal International.

Terlebih, Piala FA dan Liga Champions Eropa tidak bisa dipandang sebelah mata, apalagi lawan mereka adalah Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions nanti.

“Namun, tentu saja, sekarang Piala FA dan Liga Champions sedikit berbeda karena fakta bahwa kami bermain di Wembley lagi, musim lalu kami menjadi juara, kini kami berada di semifinal lagi dan itu sangat bagus. Lalu kami mempersiapkan akhir musim melawan Madrid,” tukasnya.

Yang menjadi target pertama Pep adalah membawa timnya melangkah ke babak semifinal dan itu tentu saja bukan target yang mudah dicapai.

“Pertama-tama kami lolos ke semifinal, tak mudah untuk menyerang tim yang beknya bermain sangat, sangat dalam,” tutur Guardiola.

Leroy Sane Dipastikan Tinggalkan Manchester City

Teka-teki masa depan Leroy Sane bersama dengan Manchester City akhirnya terjawab sudah. Setelah beberapa bulan terakhir begitu intens dikaitkan dengan Bayern Munchen, Manchester City mengkonfirmasi bahwa sang winger memang berniat meninggalkan klub.

Sebenarnya, kabar ketertarikan Bayern Munchen terhadap Leroy Sane sudah terdengar sejak musim panas kemarin.

Bahkan, kabarnya saat itu sudah ada kesepakatan antara juara Bundesliga dengan sang pemain, tapi kelanjutannya tak memungkinkan karena sang pemain mengalami cedera. Meski demikian spekulasi transfer ini masih terus terdengar.

Terlebih mengetahui fakta bahwa Sane akan segera berada di tahun terakhir dalam kontraknya bersama dengan raksasa Premier League.

Benar saja, pelatih Pep Guardiola membenarkan bahwa winger muda Jerman tersebut dipastikan bakal meninggalkan klub lantaran sudah menolak perpanjangan kontrak baru.

“Leroy sudah menegaskan bahwa dia tidak mau memperpanjang kontrak. Itu berarti dia ingin pergi. Entah bakal terjadi musim panas ini atau pada akhir kontraknya.” Kata Pep Guardiola kepada Goal Internasional.

Lebih lanjut, mantan pelatih Barcelona ini menegaskan bahwa Manchester City sebenarnya sudah beberapa kali melayangkan kontrak anyar kepada Sane, tapi semuanya ditolak. Jadi pada intinya, Winger Jerman tersebut memang ingin meninggalkan Etihad.

“Klub sudah menawarinya dua atau tiga kali, dan dia menolak semuanya. Jadi, dia bakal bermain untuk klub lain.”

“Leroy menolak kontrak dan semua orang tahu apa artinya itu. Jika di akhir musim ini tecapai kesepakatan antara kedua klub, dia akan pergi. Jika tidak, dia akan bertahan setahun lagi,” Jelas sang juru taktik.

Jelas keputusan tersebut membuat Pelatih Pep Guardiola merasa kecewa, karena bagaimanapun Leroy Sane adalah pemain yang penting. Usianya baru 24 tahun dan masih bisa jadi andalan klub dalam jangka panjang.

“Saya sangat kecewa. Kami menginginkan dia. Dia adalah pemain muda dengan potensi luar biasa dan kualitas luar biasa, pemain seperti itu sulit ditemukan di mana pun,” tandasnya.

Tapi bagaimanapun, Pep tetap menghargai keputusan Sane dan memahami alasan dibaliknya.

“saya memahami itu. Kami menginginkan pemain yang memang ingin bermain untuk klub ini. Kami menghargai dia,” tutupnya.

Agen Isyaratkan Sergio Ramos Bakal Bertahan di Madrid

Masa depan Sergio Ramos di Real Madrid belakangan jadi perbincangan karena kontraknya yang akan berakhir dalam waktu dekat. Namun, Agen transfer sang pemain mengisyaratkan bahwa kliennya akan tetap bertahan di Santiago Bernabeu.

Sebagai informasi, Sergio Ramos sudah kurang lebih 15 tahun membela Real Madrid merupakan pemain yang krusial bagi raksasa La Liga Spanyol tersebut. Ia sudah menjadi tembok pertahanan yang sangat kokoh bagi Los Blancos sejak bergabung dari Sevilla.

Hanya saja, saat ini sang Kapten memiliki sisa kontrak sampai musim panas tahun depan. Sempat beredar kabar bahwa negosiasi kontrak itu berjalan alot, karena pihak Los Blancos dipercaya hanya bersedia memberikan perpanjangan kontrak berdurasi satu tahun saja.

Tak heran jika spekulasi masa depan Sergio Ramos mulai terdengar di media-media Spanyol. Ada yang mengklaim bahwa bek Timnas Spanyol itu akan hengkang dari Santiago Bernabeu. Menanggapi isu tersebut, agen transfer Ramos angkat bicara.

“Ya, dalam sepakbola memang terkadang ada hal-hal yang tidak terduga,” beber Rene Ramos kepada Radio Marca.

Meski demikian, Rene Ramos sangat yakin bahwa kliennya akan lebih mengutamakan opsi bertahan di Real Madrid. Pasalnya, sang pemain sangat mencintai raksasa La Liga Spanyol tersebut sejak bergabung dari Sevilla.

“Sejauh ini ada niatan yang baik dari kedua pihak untuk melanjutkan kerja sama ini. Semoga saja ia pensiun di Real Madrid, karena itu adalah mimpinya dan saya juga tahu bahwa pihak klub ingin ia pensiun di sana.”

Memang, sampai saat ini belum ada kesepakatan dalam negosiasi kontrak baru, tapi Rene menyebut bahwa saat ini prioritas utama Ramos adalah melanjutkan karirnya bersama Real Madrid, tidak ada alternatif lain yang dipikirkan.

“Hingga saat ini kami belum mendiskusikan apapun terkait kontrak ini, namun tidak ada yang perlu dicemaskan. Ketika pihak klub siap untuk berbicara, maka kami akan meladeninya.” ia menandaskan.

Adapun, Real Madrid sendiri memang akan kembali beraksi di La Liga setelah tiga bulan kompetisi itu ditunda. Mereka dijadwalkan menjamu Eibar di Santiago Bernabeu pada hari Senin (15/6) dini hari nanti.

Karena Kasus George Floyd, Eks City Ini Takut Ke AS

Isu rasialisme dalam kasus kematian George Floyd memicu gelombang protes dari berbagai kalangan dan dari berbagai belahan dunia. Bahkan karenanya, ada banyak orang kulit hitam yang takut berkunjung ke Negeri Paman Sam, termasuk eks pemain Manchester City, Nedum Onuoha.

Amerika Serikat memang dalam kondisi yang genting saat ini, selain karena pandemi Virus Corona yang masih belum mereda, mereka juga sedang diterpa isu rasialisme.

Isu tersebut berkaitan dengan kematian seorang kulit hitam bernama George Floyd yang meninggal dunia di tangan salah seorang polisi Minneapolis.

Berdasarkan kabar yang terdengar, George Floyd awalnya hanya diduga akan melakukan aksi kriminal di sebuah pertokoan. Pihak kepolisian setempat lantas melakukan tindakan preventif, namun seorang polisi kulit putih yang bertindak saat itu justru membuat nyawa George Floyd melayang.

Polisi tersebut menekan leher George Floyd menggunakan lututnya sampai yang bersangkutan kehabisan nafas dan akhirnya meninggal.

Kasus kematian tersebut memicu isu rasialisme, gelombang kecaman pun berdatangan dari berbagai kalangan. Bahkan ada aksi unjuk rasa di beberapa kawasan di Amerika Serikat.

Sementara itu, Nedum Onuoha kini bermain di Real Salt Lake, tim MLS di Amerika Serikat sejak 2018 silam. Sebelumnya, ia pernah bermain untuk Manchester City, Sunderlnad, dan Queens Park Rangers.

Sekarang, melihat apa yang terjadi Onuoha justru merasa cemas dengan tingkah lakunya di luar sana akan disalah artikan oleh pihak berwajib.

“Saya kini harus berwaspada tentang bagaimana saya berperilaku di luar sana. Agaknya, apapun yang saya lakukan dipantau oleh orang-orang yang memiliki kekuatan. Saya tidak mau mengatakan hal ini, tetapi sekarang saya takut dan tidak percaya terhadap polisi,” kata Nedum Onuoha kepada BBC.

Lebih lanjut, pria yang sempat cukup lama menetap di Inggris mengakui bahwa kehidupan di Negeri Ratu Elizabeth jauh lebih nyaman dibandingkan di Amerika Serikat.

“Di Inggris, saya merasa lebih nyaman, karena kalau ada sesuatu pun tidak akan sampai mematikan. Kalau di Amerika Serikat, pertengkaran bisa berujung kematian,” sambung Nedum Onuoha.

Mengenang Perjalanan Juventus Saat Terakhir Kali Juarai UCL

Juventus merupakan salah satu klub yang sangat mendambakan trofi Liga Champions Eropa, dan rasanya fakta tersebut tak bisa dibantah lagi. Mereka sudah menembus empat partai final sejak terakhir kali juara di tahun 1996 silam, namun selalu berujung kegagalan.

Jika melirik kembali 24 tahun yang lalu, Juventus memang memiliki skuat Juara, para pemain mereka memiliki mental pemenang. Lihat saja Antonio Conte, Didier Deschamps, Alessandro Del piero, Antonio Peruzzi dan masih banyak lagi.

Saat itu, Bianconneri berhasil melalui babak penyisihan group dengan hasil yang terbilang mulus. Mereka tergabung dengan Borussia Dortmund, Steaua Bucuresti, dan Rangers di group C.

Setelah sukses meraih tiket ke babak gugur, pasukan Marcelo Lippi tampak mengendurkan performa mereka di dua laga tersisa. Adapun, berikut Hasil pertandingan Juventus di fase grup Liga Champions Eropa musim 1995/96:

13 September 1995 Borussia Dortmund 1–3 Juventus
27 September 1995 Juventus 3-0 Steaua Bucuresti
18 Oktober 1995 Juventus 4-1 Rangers
1 November 1995 Rangers 0–4 Juventus
22 November 1995 Juventus 1–2 Borussia Dortmund
6 Desember 1996 Steaua Bucuresti 0–0 Juventus

Perlu diketahui, saat itu Format Liga Champions Eropa berbeda dengan sekarang, karena fase Group hanya berisikan 16 tim saja. Artinya, Juventus langsung lolos ke babak 8 Besar, disinilah mereka harus berhadapan dengan tim Raksasa Spanyol, Real Madrid.

Ya, Los Blancos hanya mampu finish sebagai Runner Up Group D, dibawah Ajax Amsterdam yang masih berjaya kala itu.

Kendati demikian, kekuatan kedua tim berimbang, bahkan pada pertandingan leg pertama di Santiago Bernabeu, Juventus dipaksa menyerah dengan gol tunggal Raul Gonzales.

Pertandingan leg kedua berlangsung intens, dengan hujan 7 kartu kuning dan 2 kartu merah. Untungnya, Juventus yang bermain sebagai tuan rumah mampu menang telak dengan skor 2-0 dan melaju ke babak perempat final.

Di babak ini, Juventus menghadapi wakil Prancis, Nantes. Pada leg pertama di Turin, Juventus menang tanpa hambatan setelah seorang pemain Nantes mendapat kartu merah. Dua gol mereka sarangkan ke gawang wakil Prancis tersebut.

Sedangkan leg kedua berakhir dengan skor 2-3, kemenangan Nantes. Meski begitu, Juve berhak melaju ke babak final.

Pada laga puncaknya, Juventus berhadapan dengan Ajax yang sebelumnya menyingkirkan Real Madrid, Dortmund dan Panathinaikos. Laga Final digelar di Stadio Olimpico, Roma, 22 Mei 1996.

Ajax saat itu punya skuat yang mewah, nama-nama besar seperti Jari Litmanen, Edgar Davids, Edwin van der Sar, Ronald dan Frank de Boer.

Benar saja, wakil Belanda jadi lawan sengit Juventus. Meski berhasil unggul lebih dulu, Bianconneri harus berusaha lebih keras melanjutkan pertandingan lewat babak adu penalti setelah skor 1-1 bertahan sampai laga usai.

Di babak adu penalti, Juve berhasil menang, semua eksekutor mereka mencetak gol dengan baik, sedangkan dua penendang Ajax gagal mengeksekusi penalti.

Daniel James Ungkap Sosok Pemain Yang Menjadi Idolanya

Salah satu bintang anyar Manchester United, Daniel James baru-baru ini mengungkapkan sosok-sosok yang dia anggap sebagai idola sejak masa kanak-kanak.

Daniel James sendiri merupakan salah satu rekrutan anyar Manchester United, dia dibeli pada bursa transfer musim panas kemarin. Penyerang asal Wales ini tampak nyaman mengisi ruang sayap kanan lini serang MU.

Kendati sebelum Premier League ditangguhkan performa James bisa dikatakan cenderung menurun, tapi dia tetap merupakan salah satu prospek cerah yang dimiliki Manchester United.

Terlebih, ini baru musim debutnya bersama dengan Manchester United, jadi tentu sang pemain membutuhkan proses adaptasi. Setidaknya, musim depan publik old Trafford baru bisa menyaksikan kemampuan James yang sebenarnya.

Nah, untuk mengembangkan bakatnya di atas lapangan, tentu saja selain kerja keras, James juga terinspirasi dari beberapa bintang sepakbola. Dan baru-baru ini, pemain Wales tersebut mengaku mengidolakan Juan Mata sejak kecil.

Kini, gelandang Spanyol justru menjadi rekan satu timnya, dan semakin kagum saat melihat sang idola secara langsung.

“Saya kira, saat masih kecil tahulu, saya selalu menyukai Juan. Itu aneh, sebab ketika saya pertama tiba di MU, bertemu dengannya, dia merupakan pria hebat dan rasanya luar biasa bisa bertemu langsung dengan dia.” ungkap James kepada MUTV.

Selain Juan Mata, Pemain berusia 22 tahun ini juga mengaku mengidolakan eks Chelsea yang kini jadi pemain Real Madrid, Eden Hazard. Bintang Belgia selalu jadi sorotannya saat akan beranjak remaja.

“Saat itu dia masih bermain untuk Chelsea. Dia (Juan mata) dan Hazard bersama, saya selalu mengamati dua pemain itu,” lanjut James.

Akan tetapi, panutan dan idola utamanya adalah legenda Manchester United, Ryan Giggs yang kini menjadi pelatihnya di Tim Nasional Wales. Menurut James, Giggs adalah sosok legenda yang layak dicontoh.

“Ryan Giggs, yang merupakan pelatih saya di Wales, adalah seseorang yang selalu saya contoh. Tidak hanya karena kariernya, tapi cara dia menjalaninya,” pungkasnya.

Premier League sendiri kabarnya akan digulir dalam waktu dekat, setelah dua bulan terakhir ini tertunda karena pandemi Corona.

Sudahlah Inter, Jangan Bermimpi Beli Paul Pogba

Inter Milan diminta untuk mengubur mimpi mereka mendatangkan gelandang muda Prancis, Paul Pobga pada bursa transfer mendatang. Hal ini dituturkan oleh salah seorang pandit ESPN, Julien Laurens.

Belakangan ini, pasukan Antonio Conte memang dikaitkan dengan sejumlah nama pemain top. Selain Lionel Messi, mereka juga dikaitkan dengan bintang Tim Nasional Prancis, Paul Pogba.

Nerazzurri bertekad untuk membangkitkan masa kejayaan mereka lagi seperti dulu, dengan Antonio Conte yang meracik taktik di kursi manajer. Meski demikian, rumor ketertarikan merekrut Messi dan Pogba membuat publik cukup terkejut.

Untuk Pogba, pelatih Antonio Conte disebut merasa kecewa dengan gelandang anyar Inter Milan, Christian Eriksen. Pemain yang didapat secara gratis dari Tottenham Hotspur tersebut tak mampu memberikan dampak instan.

Pogba yang memiliki sejarah bagus dengan Conte saat masih menaungi Juventus dulu memang opsi yang sempurna untuk Inter. Akan tetapi, Juliens Laurens sama sekali tak meyakini Nerazzurri punya kekuatan finansial yang cukup untuk mendatangkan pemain mahal seperti Pogba.

“Saya tidak percaya ini sama sekali. Walapun, reuni antara dia dan Conte – yang memiliki pengaruh dalam karirnya di Juve – bisa menjadi sebuah gagasan. Meskipun begitu, tidak mungkin Inter akan mengejar dirinya. Saya tidak yakin Inter akan mampu membelinya,” kata pandit ESPN itu.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh pandit lainnya, Gabrielle Marcotti. Pasalnya di satu sisi, klub juga harus memikirkan gaji tinggi para pemain mereka seperti Romelu Lukaku. Terlebih jika pada akhirnya Mauro Icardi bertahan di San Siro.

“Jika PSG tidak mempertahankan Mauro Icardi, maka Inter akan kekurangan 70 juta euro, dan mereka harus membayar gajinya lagi. Gaji Pogba lebih besar dari milik Icardi,”

“Juga, Inter punya Christian Eriksen, mereka punya Patarella, saya tidak bilang kalau Pogba lebih buruk dari mereka, tapi sudah pasti mereka punya masalah yang lebih besar – seperti mempertahankan Lautaro Martinez,” kata Marcotti.

Selain Pogba, Inter Milan juga dipercaya akan mengincar mantan gelandang Juventus, arturo Vidal. Pemain Chile itu bisa jadi opsi yang sesuai, karena banderolnya hanya berkisar 15 Juta Euro saja.

Setelah Ligue 1, Serie A Italia Kini Terancam Dihentikan

Serie A Italia musim ini bisa dihentikan lebih awal merujuk pada kondisi pandemi Corona yang tak kunjung mereda. Gagasan tersebut seolah dipertegas oleh Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora dalam wawancaranya baru-baru ini.

Italia memang merupakan salah satu Negara Eropa yang terkena dampak Virus Corona terparah sejauh ini. Alhasil, Serie A Italia selaku kompetisi sepakbola tertinggi di Negeri tersebut telah ditangguhkan sejak awal maret kemarin.

Bahkan, Serie A menjadi liga pertama dari lima liga top Eropa yang resmi ditunda. Ironisnya, Sampai saat ini belum ada kepastian kapan kompetisi sepak bola di Italia akan diputar lagi. Terlebih situasi di Italia masih belum bisa dikatakan sudah normal kembali.

Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora mengungkapkan bahwa saat ini federasi sepakbola Italia atau FIGC sedang membahas rencana pengguliran kembali kompetisi Serie A. Namun Spadafora pesimistis liga akan berlanjut lagi.

Pasalnya, ada banyak Presiden Klub yang setuju andai kompetisi musim ini diselesaikan lebih awal. Dengan kata lain, Italia akan jadi Negara ke-empat setelah Belgia, Belanda dan Prancis yang menyudahi kompetisi sepakbola mereka di tengah-tengah pandemi ini.

“Negosiasi sedang berlangsung antara komite ilmiah dan FIGC, yang telah menyajikan protokol medis yang dianggap tidak cukup,”

“Namun, saya selalu mengatakan bahwa melanjutkan latihan tidak selalu berarti melanjutkan musim. Saya melihat melanjutkan Serie A sebagai kemungkinan yang semakin tidak mungkin,”

“Prancis tidak akan menjadi liga terakhir yang memutuskan untuk berhenti di sini dan ini bisa mendorong Italia untuk mengambil pendekatan yang sama,” kata Spadafora kepada televisi La7, via Football Italia.

Sebelum ini, tentang pemberhentian Liga musim ini memang memunculkan pro dan kontra. Cara terbaik untuk menentukan adalah dengan menggelar jajak pendapat. Namun ia tak ingin mengambil keputusan berdasarkan jajak pendapat itu.

Pasalnya, Spadafora sangat menginginkan agar kompetisi dihentikan saja, menyusul situasi yang memang tak memungkinkan untuk berlanjut.

Sebelumnya, Prancis telah memastikan bahwa kompetisi Ligue 1 musim ini resmi dihentikan. Wajar saja, disana sudah ada lebih dari 60 Ribu orang meninggal dunia karena Virus COVID-19.

Inter Milan Harusnya Tak Ragu Jual Lautaro Martinez

Antonio Cassano menyarankan Inter Milan untuk lebih baik menjual Lautaro Martinez, karena ada keuntungan besar yang didapat untuk merekrut lebih dari satu pemain bintang lainnya.

Selama beberapa bulan terakhir, bintang muda Argentina tersebut memang santer disebut jadi salah satu buruan utama Barcelona. Raksasa Catalan menganggapnya sebagai sosok suksesor yang ideal bagi Luis Suarez.

Striker Uruguay yang selama ini jadi andalan memang sudah menua. Meski dari segi performa masih bisa diandalkan, tapi eks pemain Liverpool tersebut sudah mulai rentan mengalami cedera.

Di samping itu, Lautaro Martinez juga disebut cocok bersanding dengan Lionel Messi. Sosok berusia 22 tahun pun dianggap memang kandidat yang tepat menjadi rekrutan anyar klub di masa mendatang.

Barcelona dikabarkan sudah mempersiapkan tawaran, dengan menyertakan dua nama pemain sekaligus. Akan tetapi, Inter Milan menolak tawaran tersebut. Sedangkan banderol Lautaro Martinez sendiri mencapai angka 110 Juta Euro.

Antonio Cassano, mantan penyerang Italia ini menyarankan agar lebih baik bagi Inter Milan untuk melepas pemain berusia 22 tahun tersebut. Nantinya, uang hasil penjualan bisa digunakan untuk membeli pemain bintang yang jumlahnya lebih dari satu.

“Lautaro sangat bagus, tapi saya akan menjualnya. Anda membawanya seharga 20 juta euro dan menjualnya seharga lebih dari 100 juta euro,”

“Atau bahkan mendapatkan 70 juta hingga 80 juta euro dan Arthur. Kemudian saya akan pergi untuk Cavani, yang masa kontrak akan segera berakhir dan akan sempurna untuk [pelatih Antonio] Conte,” kata Cassano seperti dikutip oleh Football Italia.

Apalagi, klub yang bermarkas di San Siro juga masih memiliki satu sosok pemain lagi untuk dijual, tak lain adalah Mauro Icardi. Penjualan Icardi menurutnya bisa untuk mendatangkan striker muda Prancis, Alexandre lacazette.

“Selain itu, akan ada uang dari penjualan Icardi dan saya akan pergi ke Arsenal untuk mendatangkan Lacazette. Lautaro akan menjadi lebih baik, tapi saya akan mengatakan kepadanya: ‘menyenangkan [bekerja dengan Anda]’,” tandas sosok yang juga merupakan eks Inter Milan ini.

Inter Milan sendiri masih bersaing dalam perburuan scudetto musim ini. Sayangnya, kompetisi Serie A Italia sedang ditangguhkan karena pandemi Corona.