Karena Kasus George Floyd, Eks City Ini Takut Ke AS

Isu rasialisme dalam kasus kematian George Floyd memicu gelombang protes dari berbagai kalangan dan dari berbagai belahan dunia. Bahkan karenanya, ada banyak orang kulit hitam yang takut berkunjung ke Negeri Paman Sam, termasuk eks pemain Manchester City, Nedum Onuoha.

Amerika Serikat memang dalam kondisi yang genting saat ini, selain karena pandemi Virus Corona yang masih belum mereda, mereka juga sedang diterpa isu rasialisme.

Isu tersebut berkaitan dengan kematian seorang kulit hitam bernama George Floyd yang meninggal dunia di tangan salah seorang polisi Minneapolis.

Berdasarkan kabar yang terdengar, George Floyd awalnya hanya diduga akan melakukan aksi kriminal di sebuah pertokoan. Pihak kepolisian setempat lantas melakukan tindakan preventif, namun seorang polisi kulit putih yang bertindak saat itu justru membuat nyawa George Floyd melayang.

Polisi tersebut menekan leher George Floyd menggunakan lututnya sampai yang bersangkutan kehabisan nafas dan akhirnya meninggal.

Kasus kematian tersebut memicu isu rasialisme, gelombang kecaman pun berdatangan dari berbagai kalangan. Bahkan ada aksi unjuk rasa di beberapa kawasan di Amerika Serikat.

Sementara itu, Nedum Onuoha kini bermain di Real Salt Lake, tim MLS di Amerika Serikat sejak 2018 silam. Sebelumnya, ia pernah bermain untuk Manchester City, Sunderlnad, dan Queens Park Rangers.

Sekarang, melihat apa yang terjadi Onuoha justru merasa cemas dengan tingkah lakunya di luar sana akan disalah artikan oleh pihak berwajib.

“Saya kini harus berwaspada tentang bagaimana saya berperilaku di luar sana. Agaknya, apapun yang saya lakukan dipantau oleh orang-orang yang memiliki kekuatan. Saya tidak mau mengatakan hal ini, tetapi sekarang saya takut dan tidak percaya terhadap polisi,” kata Nedum Onuoha kepada BBC.

Lebih lanjut, pria yang sempat cukup lama menetap di Inggris mengakui bahwa kehidupan di Negeri Ratu Elizabeth jauh lebih nyaman dibandingkan di Amerika Serikat.

“Di Inggris, saya merasa lebih nyaman, karena kalau ada sesuatu pun tidak akan sampai mematikan. Kalau di Amerika Serikat, pertengkaran bisa berujung kematian,” sambung Nedum Onuoha.

Mengenang Perjalanan Juventus Saat Terakhir Kali Juarai UCL

Juventus merupakan salah satu klub yang sangat mendambakan trofi Liga Champions Eropa, dan rasanya fakta tersebut tak bisa dibantah lagi. Mereka sudah menembus empat partai final sejak terakhir kali juara di tahun 1996 silam, namun selalu berujung kegagalan.

Jika melirik kembali 24 tahun yang lalu, Juventus memang memiliki skuat Juara, para pemain mereka memiliki mental pemenang. Lihat saja Antonio Conte, Didier Deschamps, Alessandro Del piero, Antonio Peruzzi dan masih banyak lagi.

Saat itu, Bianconneri berhasil melalui babak penyisihan group dengan hasil yang terbilang mulus. Mereka tergabung dengan Borussia Dortmund, Steaua Bucuresti, dan Rangers di group C.

Setelah sukses meraih tiket ke babak gugur, pasukan Marcelo Lippi tampak mengendurkan performa mereka di dua laga tersisa. Adapun, berikut Hasil pertandingan Juventus di fase grup Liga Champions Eropa musim 1995/96:

13 September 1995 Borussia Dortmund 1–3 Juventus
27 September 1995 Juventus 3-0 Steaua Bucuresti
18 Oktober 1995 Juventus 4-1 Rangers
1 November 1995 Rangers 0–4 Juventus
22 November 1995 Juventus 1–2 Borussia Dortmund
6 Desember 1996 Steaua Bucuresti 0–0 Juventus

Perlu diketahui, saat itu Format Liga Champions Eropa berbeda dengan sekarang, karena fase Group hanya berisikan 16 tim saja. Artinya, Juventus langsung lolos ke babak 8 Besar, disinilah mereka harus berhadapan dengan tim Raksasa Spanyol, Real Madrid.

Ya, Los Blancos hanya mampu finish sebagai Runner Up Group D, dibawah Ajax Amsterdam yang masih berjaya kala itu.

Kendati demikian, kekuatan kedua tim berimbang, bahkan pada pertandingan leg pertama di Santiago Bernabeu, Juventus dipaksa menyerah dengan gol tunggal Raul Gonzales.

Pertandingan leg kedua berlangsung intens, dengan hujan 7 kartu kuning dan 2 kartu merah. Untungnya, Juventus yang bermain sebagai tuan rumah mampu menang telak dengan skor 2-0 dan melaju ke babak perempat final.

Di babak ini, Juventus menghadapi wakil Prancis, Nantes. Pada leg pertama di Turin, Juventus menang tanpa hambatan setelah seorang pemain Nantes mendapat kartu merah. Dua gol mereka sarangkan ke gawang wakil Prancis tersebut.

Sedangkan leg kedua berakhir dengan skor 2-3, kemenangan Nantes. Meski begitu, Juve berhak melaju ke babak final.

Pada laga puncaknya, Juventus berhadapan dengan Ajax yang sebelumnya menyingkirkan Real Madrid, Dortmund dan Panathinaikos. Laga Final digelar di Stadio Olimpico, Roma, 22 Mei 1996.

Ajax saat itu punya skuat yang mewah, nama-nama besar seperti Jari Litmanen, Edgar Davids, Edwin van der Sar, Ronald dan Frank de Boer.

Benar saja, wakil Belanda jadi lawan sengit Juventus. Meski berhasil unggul lebih dulu, Bianconneri harus berusaha lebih keras melanjutkan pertandingan lewat babak adu penalti setelah skor 1-1 bertahan sampai laga usai.

Di babak adu penalti, Juve berhasil menang, semua eksekutor mereka mencetak gol dengan baik, sedangkan dua penendang Ajax gagal mengeksekusi penalti.

Daniel James Ungkap Sosok Pemain Yang Menjadi Idolanya

Salah satu bintang anyar Manchester United, Daniel James baru-baru ini mengungkapkan sosok-sosok yang dia anggap sebagai idola sejak masa kanak-kanak.

Daniel James sendiri merupakan salah satu rekrutan anyar Manchester United, dia dibeli pada bursa transfer musim panas kemarin. Penyerang asal Wales ini tampak nyaman mengisi ruang sayap kanan lini serang MU.

Kendati sebelum Premier League ditangguhkan performa James bisa dikatakan cenderung menurun, tapi dia tetap merupakan salah satu prospek cerah yang dimiliki Manchester United.

Terlebih, ini baru musim debutnya bersama dengan Manchester United, jadi tentu sang pemain membutuhkan proses adaptasi. Setidaknya, musim depan publik old Trafford baru bisa menyaksikan kemampuan James yang sebenarnya.

Nah, untuk mengembangkan bakatnya di atas lapangan, tentu saja selain kerja keras, James juga terinspirasi dari beberapa bintang sepakbola. Dan baru-baru ini, pemain Wales tersebut mengaku mengidolakan Juan Mata sejak kecil.

Kini, gelandang Spanyol justru menjadi rekan satu timnya, dan semakin kagum saat melihat sang idola secara langsung.

“Saya kira, saat masih kecil tahulu, saya selalu menyukai Juan. Itu aneh, sebab ketika saya pertama tiba di MU, bertemu dengannya, dia merupakan pria hebat dan rasanya luar biasa bisa bertemu langsung dengan dia.” ungkap James kepada MUTV.

Selain Juan Mata, Pemain berusia 22 tahun ini juga mengaku mengidolakan eks Chelsea yang kini jadi pemain Real Madrid, Eden Hazard. Bintang Belgia selalu jadi sorotannya saat akan beranjak remaja.

“Saat itu dia masih bermain untuk Chelsea. Dia (Juan mata) dan Hazard bersama, saya selalu mengamati dua pemain itu,” lanjut James.

Akan tetapi, panutan dan idola utamanya adalah legenda Manchester United, Ryan Giggs yang kini menjadi pelatihnya di Tim Nasional Wales. Menurut James, Giggs adalah sosok legenda yang layak dicontoh.

“Ryan Giggs, yang merupakan pelatih saya di Wales, adalah seseorang yang selalu saya contoh. Tidak hanya karena kariernya, tapi cara dia menjalaninya,” pungkasnya.

Premier League sendiri kabarnya akan digulir dalam waktu dekat, setelah dua bulan terakhir ini tertunda karena pandemi Corona.

Sudahlah Inter, Jangan Bermimpi Beli Paul Pogba

Inter Milan diminta untuk mengubur mimpi mereka mendatangkan gelandang muda Prancis, Paul Pobga pada bursa transfer mendatang. Hal ini dituturkan oleh salah seorang pandit ESPN, Julien Laurens.

Belakangan ini, pasukan Antonio Conte memang dikaitkan dengan sejumlah nama pemain top. Selain Lionel Messi, mereka juga dikaitkan dengan bintang Tim Nasional Prancis, Paul Pogba.

Nerazzurri bertekad untuk membangkitkan masa kejayaan mereka lagi seperti dulu, dengan Antonio Conte yang meracik taktik di kursi manajer. Meski demikian, rumor ketertarikan merekrut Messi dan Pogba membuat publik cukup terkejut.

Untuk Pogba, pelatih Antonio Conte disebut merasa kecewa dengan gelandang anyar Inter Milan, Christian Eriksen. Pemain yang didapat secara gratis dari Tottenham Hotspur tersebut tak mampu memberikan dampak instan.

Pogba yang memiliki sejarah bagus dengan Conte saat masih menaungi Juventus dulu memang opsi yang sempurna untuk Inter. Akan tetapi, Juliens Laurens sama sekali tak meyakini Nerazzurri punya kekuatan finansial yang cukup untuk mendatangkan pemain mahal seperti Pogba.

“Saya tidak percaya ini sama sekali. Walapun, reuni antara dia dan Conte – yang memiliki pengaruh dalam karirnya di Juve – bisa menjadi sebuah gagasan. Meskipun begitu, tidak mungkin Inter akan mengejar dirinya. Saya tidak yakin Inter akan mampu membelinya,” kata pandit ESPN itu.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh pandit lainnya, Gabrielle Marcotti. Pasalnya di satu sisi, klub juga harus memikirkan gaji tinggi para pemain mereka seperti Romelu Lukaku. Terlebih jika pada akhirnya Mauro Icardi bertahan di San Siro.

“Jika PSG tidak mempertahankan Mauro Icardi, maka Inter akan kekurangan 70 juta euro, dan mereka harus membayar gajinya lagi. Gaji Pogba lebih besar dari milik Icardi,”

“Juga, Inter punya Christian Eriksen, mereka punya Patarella, saya tidak bilang kalau Pogba lebih buruk dari mereka, tapi sudah pasti mereka punya masalah yang lebih besar – seperti mempertahankan Lautaro Martinez,” kata Marcotti.

Selain Pogba, Inter Milan juga dipercaya akan mengincar mantan gelandang Juventus, arturo Vidal. Pemain Chile itu bisa jadi opsi yang sesuai, karena banderolnya hanya berkisar 15 Juta Euro saja.

Setelah Ligue 1, Serie A Italia Kini Terancam Dihentikan

Serie A Italia musim ini bisa dihentikan lebih awal merujuk pada kondisi pandemi Corona yang tak kunjung mereda. Gagasan tersebut seolah dipertegas oleh Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora dalam wawancaranya baru-baru ini.

Italia memang merupakan salah satu Negara Eropa yang terkena dampak Virus Corona terparah sejauh ini. Alhasil, Serie A Italia selaku kompetisi sepakbola tertinggi di Negeri tersebut telah ditangguhkan sejak awal maret kemarin.

Bahkan, Serie A menjadi liga pertama dari lima liga top Eropa yang resmi ditunda. Ironisnya, Sampai saat ini belum ada kepastian kapan kompetisi sepak bola di Italia akan diputar lagi. Terlebih situasi di Italia masih belum bisa dikatakan sudah normal kembali.

Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora mengungkapkan bahwa saat ini federasi sepakbola Italia atau FIGC sedang membahas rencana pengguliran kembali kompetisi Serie A. Namun Spadafora pesimistis liga akan berlanjut lagi.

Pasalnya, ada banyak Presiden Klub yang setuju andai kompetisi musim ini diselesaikan lebih awal. Dengan kata lain, Italia akan jadi Negara ke-empat setelah Belgia, Belanda dan Prancis yang menyudahi kompetisi sepakbola mereka di tengah-tengah pandemi ini.

“Negosiasi sedang berlangsung antara komite ilmiah dan FIGC, yang telah menyajikan protokol medis yang dianggap tidak cukup,”

“Namun, saya selalu mengatakan bahwa melanjutkan latihan tidak selalu berarti melanjutkan musim. Saya melihat melanjutkan Serie A sebagai kemungkinan yang semakin tidak mungkin,”

“Prancis tidak akan menjadi liga terakhir yang memutuskan untuk berhenti di sini dan ini bisa mendorong Italia untuk mengambil pendekatan yang sama,” kata Spadafora kepada televisi La7, via Football Italia.

Sebelum ini, tentang pemberhentian Liga musim ini memang memunculkan pro dan kontra. Cara terbaik untuk menentukan adalah dengan menggelar jajak pendapat. Namun ia tak ingin mengambil keputusan berdasarkan jajak pendapat itu.

Pasalnya, Spadafora sangat menginginkan agar kompetisi dihentikan saja, menyusul situasi yang memang tak memungkinkan untuk berlanjut.

Sebelumnya, Prancis telah memastikan bahwa kompetisi Ligue 1 musim ini resmi dihentikan. Wajar saja, disana sudah ada lebih dari 60 Ribu orang meninggal dunia karena Virus COVID-19.

Inter Milan Harusnya Tak Ragu Jual Lautaro Martinez

Antonio Cassano menyarankan Inter Milan untuk lebih baik menjual Lautaro Martinez, karena ada keuntungan besar yang didapat untuk merekrut lebih dari satu pemain bintang lainnya.

Selama beberapa bulan terakhir, bintang muda Argentina tersebut memang santer disebut jadi salah satu buruan utama Barcelona. Raksasa Catalan menganggapnya sebagai sosok suksesor yang ideal bagi Luis Suarez.

Striker Uruguay yang selama ini jadi andalan memang sudah menua. Meski dari segi performa masih bisa diandalkan, tapi eks pemain Liverpool tersebut sudah mulai rentan mengalami cedera.

Di samping itu, Lautaro Martinez juga disebut cocok bersanding dengan Lionel Messi. Sosok berusia 22 tahun pun dianggap memang kandidat yang tepat menjadi rekrutan anyar klub di masa mendatang.

Barcelona dikabarkan sudah mempersiapkan tawaran, dengan menyertakan dua nama pemain sekaligus. Akan tetapi, Inter Milan menolak tawaran tersebut. Sedangkan banderol Lautaro Martinez sendiri mencapai angka 110 Juta Euro.

Antonio Cassano, mantan penyerang Italia ini menyarankan agar lebih baik bagi Inter Milan untuk melepas pemain berusia 22 tahun tersebut. Nantinya, uang hasil penjualan bisa digunakan untuk membeli pemain bintang yang jumlahnya lebih dari satu.

“Lautaro sangat bagus, tapi saya akan menjualnya. Anda membawanya seharga 20 juta euro dan menjualnya seharga lebih dari 100 juta euro,”

“Atau bahkan mendapatkan 70 juta hingga 80 juta euro dan Arthur. Kemudian saya akan pergi untuk Cavani, yang masa kontrak akan segera berakhir dan akan sempurna untuk [pelatih Antonio] Conte,” kata Cassano seperti dikutip oleh Football Italia.

Apalagi, klub yang bermarkas di San Siro juga masih memiliki satu sosok pemain lagi untuk dijual, tak lain adalah Mauro Icardi. Penjualan Icardi menurutnya bisa untuk mendatangkan striker muda Prancis, Alexandre lacazette.

“Selain itu, akan ada uang dari penjualan Icardi dan saya akan pergi ke Arsenal untuk mendatangkan Lacazette. Lautaro akan menjadi lebih baik, tapi saya akan mengatakan kepadanya: ‘menyenangkan [bekerja dengan Anda]’,” tandas sosok yang juga merupakan eks Inter Milan ini.

Inter Milan sendiri masih bersaing dalam perburuan scudetto musim ini. Sayangnya, kompetisi Serie A Italia sedang ditangguhkan karena pandemi Corona.

Jika Sampai Jual Manuel Neuer, Bayern Munchen Bodoh

Spekulasi kepindahan Manuel Neuer dari Bayern Munchen terus jadi perbincangan. Jika benar pada akhirnya klub menjual kiper timnas Jerman tersebut, Sepp Maier benar-benar tidak habis pikir.

Manuel Neuer sendiri merupakan salah satu andalan Bayern Munchen selama kurang lebih 10 tahun terakhir ini. Terhitung sejak yang bersangkutan dibeli dari Schalke 04 pada tahun 2011 silam. Akan tetapi, kontraknya di Allianz Arena akan berakhir pada musim panas tahun 2021 mendatang.

Masa depannya pun tak ayal jadi perbincangan media-media Jerman. Apalagi Hingga kini kedua pihak masih belum mencapai kata sepakat soal kontrak baru. Proses negosiasi antara kubu Bayern dan Neuer berjalan sulit menyusul kompetisi yang tengah ditangguhkan.

Sedangkan di satu sisi, beberapa waktu lalu pihak Bayern Munchen telah merekrut Alexander Nubel dari Schalke 04. Penjaga gawang muda Jerman tersebut dianggap sebagai salah satu suksesor ideal untuk Manuel Neuer di Allianz Arena.

Nah, diyakini raksasa Premier League, Chelsea akan berusaha memanfaatkan situasi ini demi mendapatkan jasa Manuel Neuer musim depan.

Terkait dengan hal tersebut, kiper legendaris Bayern Munchen Sepp Maier, melarang bekas klubnya menjual Manuel Neuer. Pasalnya, Neuer masih bugar dan masih bisa diandalkan meski usianya tidak muda lagi.

“Saya rasa mereka sangat bodoh jika melepas Neuer. Bayern akan sangat menyesali keputusan tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Mengapa Neuer tak boleh bermain di level tertinggi selama lima tahun ke depan? Dia masih bugar,” ujar Maier kepada Abendzeitung.

Bahkan menurut sang legenda, untuk sekarang ini Manuel Neuer adalah kiper terbaik dunia, tidak ada yang melampauinya.

“Saat ini tak ada kiper yang lebih baik dari Neuer di dunia, dan tak akan ada dalam lima tahun ke depan,” tukasnya.

Menurut informasi yang terdengar sebeumnya, Manuel Neuer sudah membantah isu hengkang ini, bahkan mengaku siap bertahan di Bayern Munchen. Meski demikian, Neuer diklaim menetapkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi Bayern.

Syarat pertamanya adalah agar dia tetap menjadi kiper utama Bayern Munchen musim depan, kendati sudah ada Alexander Nubel yang bagus dan masih muda.

Tak Perlu Ragu, Inter Milan Pasti Bisa Beli Lionel Messi

Setelah mantan Presiden, kini giliran mantan pemain Inter Milan, Benoit Cauet yang memiliki keyakinan besar bahwa Nerazzurri mampu mendatangkan pemain terbaik dunia, Lionel Messi ke San Siro.

Messi sudah sejak lama dikaitkan dengan Inter Milan, bahkan terhitung sejak awal karirnya di Barcelona pada tahun 2006 silam. Saat itu, Inter berupaya untuk membajak Messi yang belum begitu bersinar, tapi usaha mereka gagal.

Usaha serupa sempat dilakukan lagi pada musim panas tahun 2018 lalu. Tindakan ini dianggap sebagai jawaban dari pergerakan Juventus merekrut Cristiano Ronaldo. Tapi lagi-lagi usaha mereka tak berbuah hasil.

Meski demikian, kabar ketertarikan Inter Milan terhadap Messi masih belum menguap. Massimo Moratti selaku mantan presiden Inter nampaknya sangat berambisi untuk melihat Messi bergabung dengan Pasukan Antonio Conte. Anggapannya itupun bukan sekedar imajinasi belaka.

Moratti mempercayai sosok Presiden baru Inter Milan, Steven Zhang yang memiliki sokongan dana memadai untuk membeli pemain sekelas Messi. Sekarang, Keyakinan serupa juga terlihat dari perkatan Cauet, mantan pemain Inter Milan.

Menurutnya, Zhang punya segala syarat untuk membeli pemain top seperti Messi.

“Tentu saja Inter bisa merekrut Lionel Messi, tak perlu diragukan lagi bahwa mereka bisa melakukan itu. Presiden Zhang punya kemampuan finansial serta ambisi yang potensial. Dia adalah seorang presiden dengan isi pikiran yang kuat,” tutur Cauet dalam sesi tayangan langsung di media sosial Instagram.

Tentu saja, biaya transfer serta gaji Lionel Messi bisa membuat Inter harus merogoh kocek sangat dalam. Apalagi mereka juga bisa terhalang regulasi Financial Fair Play yang sedang memantau banyak klub besar.

Apalagi, sanksi yang bisa diterima Inter Milan jika melanggar aturan tersebut bisa dibilang cukup mengerikan. Lihat saja Manchester City, pasukan Pep Guardiola dipastikan tak bisa bermain di dua edisi Liga Champions berikutnya.

Tapi, Inter Milan dipercaya sudah tak lagi jadi pantauan tim FFP, karenanya mereka percaya diri bisa mendatangkan pemain dengan banderol tinggi seperti Messi. Hanya saja, yang jadi pertanyaan sekarang, apakah Barcelona bersedia melepas sosok berusia 32 tahun tersebut?

Benzema dan Giroud Terlibat Konflik, Ini Kata Griezmann

Penyerang Tim Nasional Prancis, Antoine Griezmann angkat bicara tentang konflik yang melibatkan dua rekan senegaranya, Karim Benzema dan Olivier Giroud.

Seperti diketahui, Olivier Giroud dan Karim Benzema memang saling lempar ejekan belakangan ini. Diawali dari Striker Real Madrid, yang mengejek pemain Chelsea tersebut.

Dalam sebuah kesempatan Live di akun Instagramnya baru-baru ini, mantan pemain Lyon tersebut menganggap perbandingan antara dia dengan Giroud adalah sebuah Mobil F1 dengan Mobil Gokart. Striker Chelsea dianggapnya sebagai gokart.

“Anda tidak bisa membandingkan Formula 1 dengan karting, dan saya masih berkata dengan baik-baik,” tutur Benzema dalam siaran langsung di media sosial.

Tak lama berselang, pemain andalan Real Madrid tersebut kembali mengklarifikasi pernyataannya. Tapi yang bersangkutan bukannya meredakan situasi, justru mempertegas ejekannya lagi.

“Soal Giroud, saya hanya berkata sejujurnya. Tapi kami tidak ingat soal apa yang saya bicarakan soal dia, terlebih soal apa yang ia berikan kepada Timnas Prancis,” ucapnya.

Tentu saja konflik kedua sosok tersebut terkesan tidak baik, apalagi mereka sama-sama berasal dari Prancis. Kabarnya, ejekan ini dilancarkan Benzema lantaran tak senang dengan fakta bahwa Giroud telah merebut tempatnya di Tim Nasional Prancis.

Penyerang Prancis lainnya, Antoine Griezmann lantas dimintai pendapat tentang perseteruan kedua rekannya tersebut. Namun pemain Barcelona ini enggan membela salah satunya, namun melayangkan sanjungan kepada Giroud yang turut membantu timnas Prancis menjadi juara dunia dua tahun lalu.

“Saya tak bisa menjawab itu, saya bisa kena masalah. Saya mencintai Olivier Giroud, dia adalah pemain yang bagus dan membantu kami memenangkan Piala Dunia. Dan itu penting dalam hidup,” ujarnya di Twitch.

Benzema sendiri sudah tak lagi dipanggil oleh Tim Nasional Prancis sejak tahun 2015 silam. Tepatnya sejak kasus scandal Video Seks yang melibatkan nama pemain Real Madrid ini. Kendati terbukti tak bersalah, tapi sampai sekarang Benzema tak pernah lagi membela Les Bleus.

Sudah dua kompetisi besar dilewatkan pemain berusia 32 tahun tersebut, diantaranya gelaran Piala Euro 2016 di Prancis, dan gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia.

Pedro Rodriguez tegaskan Masih Berkomitmen di Chelsea

Penyerang Spanyol Pedro Rogriguez mencoba untuk mengklarifikasi perkataannya baru-baru ini terkait masa depan bersama dengan Chelsea.

Sebagai informasi, Pedro Rodriguez merupakan salah satu pemain Chelsea yang kontraknya akan berakhir di penghujung musim ini. Meski demikian, faktanya sampai sekarang masih belum ada kesepakatan terkait kontrak baru.

Andai memang situasinya tak kunjung berubah, berarti Pedro akan berstatus sebagai pemain bebas agen pada musim panas nanti dan bisa pindah ke klub lain secara gratis.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Pedro memang sempat berbicara mengenai kontrak barunya di Chelsea yang tak kunjung rampung. Sosok berusia 32 tahun tersebut mengaku tak peduli dengan fakta tersebut.

Tak ayal perkataannya disalah artikan fans chelsea, mereka menganggap mantan pemain Barcelona memang tak berniat untuk bertahan di Stamford Bridge.

Namun, dalam sebuah wawancara terbaru, Pedro mencoba untuk mengklarifikasi perkataan tersebut.

“Seperti yang kebanyakan orang tahu, kontrak saya akan habis pada Mei. Namun, saya masih belum berbicara dengan klub tentang apakah kontrak saya akan diperbarui atau tidak dan bagaimana sikap saya,”

“Saya melihat banyak pesan dari fans Chelsea yang mengucapkan selamat tinggal dan berterima kasih pada saya atas kebersamaan saya di sini, dan itu saya apresiasi. Namun, saya ingin memberitahu semua fans bahwa kontrak saya saat ini akan berakhir tapi saya masih harus berbicara kepada klub,” ujar Pedro di laman resmi Chelsea.

Dibawah arahan Frank Lampard, Pedro memang jarang mendapatkan kesempatan bermain. Yang bersangkutan sendiri sadar akan hal tersebut, tapi dia berharap bisa bertahan di Chelsea.

“Harapan saya adalah bisa bertahan di sinii tapi tentu saja kita tak tahu apa yang akan terjadi. Saya harus berbicara dengan klub dan kita lihat apa yang terjadi,” tukasnya.

Pedro Sendiri bergabung dengan Chelsea pada bursa transfer musim panas tahun 2015 silam, dimana saat itu dia baru saja meninggalkan Barcelona.

Penampilannya di Chelsea tidak bisa dibilang bagus, dimana dari 201 penampilan sejauh ini, yang bersangkutan baru mampu mencetak 43 gol di semua ajang.