Benzema dan Giroud Terlibat Konflik, Ini Kata Griezmann

Penyerang Tim Nasional Prancis, Antoine Griezmann angkat bicara tentang konflik yang melibatkan dua rekan senegaranya, Karim Benzema dan Olivier Giroud.

Seperti diketahui, Olivier Giroud dan Karim Benzema memang saling lempar ejekan belakangan ini. Diawali dari Striker Real Madrid, yang mengejek pemain Chelsea tersebut.

Dalam sebuah kesempatan Live di akun Instagramnya baru-baru ini, mantan pemain Lyon tersebut menganggap perbandingan antara dia dengan Giroud adalah sebuah Mobil F1 dengan Mobil Gokart. Striker Chelsea dianggapnya sebagai gokart.

“Anda tidak bisa membandingkan Formula 1 dengan karting, dan saya masih berkata dengan baik-baik,” tutur Benzema dalam siaran langsung di media sosial.

Tak lama berselang, pemain andalan Real Madrid tersebut kembali mengklarifikasi pernyataannya. Tapi yang bersangkutan bukannya meredakan situasi, justru mempertegas ejekannya lagi.

“Soal Giroud, saya hanya berkata sejujurnya. Tapi kami tidak ingat soal apa yang saya bicarakan soal dia, terlebih soal apa yang ia berikan kepada Timnas Prancis,” ucapnya.

Tentu saja konflik kedua sosok tersebut terkesan tidak baik, apalagi mereka sama-sama berasal dari Prancis. Kabarnya, ejekan ini dilancarkan Benzema lantaran tak senang dengan fakta bahwa Giroud telah merebut tempatnya di Tim Nasional Prancis.

Penyerang Prancis lainnya, Antoine Griezmann lantas dimintai pendapat tentang perseteruan kedua rekannya tersebut. Namun pemain Barcelona ini enggan membela salah satunya, namun melayangkan sanjungan kepada Giroud yang turut membantu timnas Prancis menjadi juara dunia dua tahun lalu.

“Saya tak bisa menjawab itu, saya bisa kena masalah. Saya mencintai Olivier Giroud, dia adalah pemain yang bagus dan membantu kami memenangkan Piala Dunia. Dan itu penting dalam hidup,” ujarnya di Twitch.

Benzema sendiri sudah tak lagi dipanggil oleh Tim Nasional Prancis sejak tahun 2015 silam. Tepatnya sejak kasus scandal Video Seks yang melibatkan nama pemain Real Madrid ini. Kendati terbukti tak bersalah, tapi sampai sekarang Benzema tak pernah lagi membela Les Bleus.

Sudah dua kompetisi besar dilewatkan pemain berusia 32 tahun tersebut, diantaranya gelaran Piala Euro 2016 di Prancis, dan gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia.

Pedro Rodriguez tegaskan Masih Berkomitmen di Chelsea

Penyerang Spanyol Pedro Rogriguez mencoba untuk mengklarifikasi perkataannya baru-baru ini terkait masa depan bersama dengan Chelsea.

Sebagai informasi, Pedro Rodriguez merupakan salah satu pemain Chelsea yang kontraknya akan berakhir di penghujung musim ini. Meski demikian, faktanya sampai sekarang masih belum ada kesepakatan terkait kontrak baru.

Andai memang situasinya tak kunjung berubah, berarti Pedro akan berstatus sebagai pemain bebas agen pada musim panas nanti dan bisa pindah ke klub lain secara gratis.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Pedro memang sempat berbicara mengenai kontrak barunya di Chelsea yang tak kunjung rampung. Sosok berusia 32 tahun tersebut mengaku tak peduli dengan fakta tersebut.

Tak ayal perkataannya disalah artikan fans chelsea, mereka menganggap mantan pemain Barcelona memang tak berniat untuk bertahan di Stamford Bridge.

Namun, dalam sebuah wawancara terbaru, Pedro mencoba untuk mengklarifikasi perkataan tersebut.

“Seperti yang kebanyakan orang tahu, kontrak saya akan habis pada Mei. Namun, saya masih belum berbicara dengan klub tentang apakah kontrak saya akan diperbarui atau tidak dan bagaimana sikap saya,”

“Saya melihat banyak pesan dari fans Chelsea yang mengucapkan selamat tinggal dan berterima kasih pada saya atas kebersamaan saya di sini, dan itu saya apresiasi. Namun, saya ingin memberitahu semua fans bahwa kontrak saya saat ini akan berakhir tapi saya masih harus berbicara kepada klub,” ujar Pedro di laman resmi Chelsea.

Dibawah arahan Frank Lampard, Pedro memang jarang mendapatkan kesempatan bermain. Yang bersangkutan sendiri sadar akan hal tersebut, tapi dia berharap bisa bertahan di Chelsea.

“Harapan saya adalah bisa bertahan di sinii tapi tentu saja kita tak tahu apa yang akan terjadi. Saya harus berbicara dengan klub dan kita lihat apa yang terjadi,” tukasnya.

Pedro Sendiri bergabung dengan Chelsea pada bursa transfer musim panas tahun 2015 silam, dimana saat itu dia baru saja meninggalkan Barcelona.

Penampilannya di Chelsea tidak bisa dibilang bagus, dimana dari 201 penampilan sejauh ini, yang bersangkutan baru mampu mencetak 43 gol di semua ajang.

Harry Kane Lebih Tertarik Gabung Juventus

Spekulasi masa depan Harry Kane masih diperbincangkan, dengan setiap rumor mengarah pada kepergiannya dari Tottenham. Kini, sang bomber diyakini lebih tertarik merapat ke Juventus.

Harry Kane memang jadi andalan Tottenham Hotspur selama beberapa musim terakhir. Kualitasnya di lini depan klub Premier league tersebut tak perlu diragukan lagi. Bahkan, dia juga mampu tampil tajam bersama dengan tim Nasional Inggris.

Hanya saja, Kane yang merupakan kapten Tottenham dirumorkan akan cabut di musim panas nanti. Ia diberitakan tidak nyaman dengan rencana cuci gudang Jose Mourinho di skuat Tottenham, sehingga ia memutuskan untuk pergi.

Selain itu, banyak yang menilai bahwa Tottenham Hotspur tidak bisa menyamai kualitas Harry Kane. Atau dalam artian lain, pemain Inggris itu terlalu bagus untuk Spurs.

Alhasil, nama pemain berusia 26 tahun tersebut mulai dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa. Diyakini, Manchester united adalah salah satu yang tertarik dengan Harry Kane.

Tuttosport mengklaim bahwa Sang Bomber saat ini tengah mempertimbangkan tawaran dari United itu. Namun sang striker juga disebut tertarik untuk pindah ke Juventus musim depan. Laporan yang sama mengklaim bahwa Kane lebih tertarik membela Bianconneri musim depan.

Bukan tanpa alasan, Harry Kane melihat komposisi skuat yang dimiliki Juventus saat ini cukup menjanjikan. Bahkan yang bersangkutan juga sangat tertarik dengan proyek jangka panjang yang sedang coba dibangun oleh bianconneri.

Selain itu Kane ingin merasakan tantangan baru setelah menghabiskan seluruh karirnya di Inggris. Untuk itu pindah ke Italia dinilai jadi opsi yang menarik baginya. Di satu sisi, juventus juga tertarik untuk mendatangkan sang pemain sebagai tandem Ronaldo di lini depan.

Terlebih, si Nyonya tua saat ini juga sedang terancam kehilangan salah seorang striker andalan mereka saat ini, Gonzalo Higuain. Pemain Argentina diyakini akan meninggalkan Turin pada musim panas nanti.

Untuk itu mereka ingin menjadikan Kane sebagai bomber haus gol baru mereka untuk musim kompetisi yang akan datang. Namun, yang jelas Juventus harus merogoh kocek yang besar jika ingin mendatangkan pemain seperti Kane.

Kabarnya, Spurs hanya bersedia melepas sang pemain diatas 100 Juta Poundsterling.

Manchester United Harus Jaga Momentum

Kemenangan atas Manchester City memang menggembirakan, euforianya mungkin masih terasa sampai sekarang. Namun, yang lebih penting dari itu adalah menjaga momentum, demikian menurut bek Luke Shaw.

Sebagaimana diketahui, Manchester United menghadapi rival sekotanya, Manchester City dalam lanjutan Premier League akhir pekan kemarin.

Bermain di Old Trafford, awalnya pasukan Ole Gunnar Solskjaer diragukan menang, terutama setelah melihat fakta bahwa Manchester City tampil cemerlang di beberapa pertandingan terakhir.

Namun siapa sangka, Setan Merah justru berhasil meraih kemenangan telak 2-0 dalam pertandingan tersebut. Masing-masing gol dicetak oleh Anthony Martial dan Scott McTominay.

Kemenangan ini membuat tren positif United terus berjalan. Mereka kini sudah menjalani 10 laga tanpa kekalahan dengan tujuh kemenangan diantaranya.

Jelas, hasil tersebut membanggakan. Bahkan, para fans Manchester United masih tampak ceria sampai sekarang. Namun, bek Luke Shaw menegaskan bahwa yang terpenting sekarang adalah menjaga momentum tersebut.

“Jika kita melihat apa yang sedang terjadi saat ini, saya rasa kami menginginkan sesuatu yang lebih,” kata Shaw kepada Sportsmole.

Apa yang lebih penting adalah mencapai target di akhir musim nanti.

” Kami masih terlibat di dua kompetisi dan balapan menuju empat besar masih terbuka lebar. Kami harus terus menekan tim-tim di atas kami, dan kami tidak perlu fokus melihat permainan tim lain.” Tandasnya.

Memang, kemenangan atas Manchester City kemarin tak lantas mengubah posisi Manchester United di klasemen sementara. Mereka masih tertinggal tiga poin dari empat besar yang diduduki Chelsea.

Tapi menurut Shaw, pada intinya saat ini Manchester United sedang dalam kepercayaan yang tinggi, dan itu adalah hal yang positif. Jadi sangat penting untuk melanjutkan hal tersebut sampai akhir musim nanti.

“Kepercayaan diri kami saat ini tengah tinggi, dan itu sesuatu yang positif. Jadi kami hanya perlu melanjutkan performa kami ini.” ujarnya.

Adapun, Manchester United sendiri akan terbang ke Austria pada pertengahan pekan ini untuk melakoni leg pertama babak 16 besar Liga Europa melawan LASK. Setelahnya, mereka akan bertandang ke markas Tottenham Hotspur dalam lanjutan Premier League.

Buffon Belum Tahu Kapan Akan Pensiun

Menjadi seorang pesepakbola tertua di Serie A Italia tampaknya tak lantas membuat Buffon sudah memikirkan rencana gantung sepatu. Meski sudah berusia 42 tahun, tapi Buffon masih buta soal masa depannya.

Ya, Buffon sudah berusia 42 tahun saat ini, dan dia menjadi pemain tertua di panggung Serie A italia. Pada musim panas kemarin, Buffon diprediksi akan pensiun, namun faktanya yang bersangkutan memilih lanjut bermain dengan kembali ke pelukan Juventus.

Kendati sudah tak lagi jadi andalan utama di bawah mistar gawang, tapi performa eks Paris Saint-Germain tersebut masih sangat bisa diandalkan.

Hanya saja, sebagai seorang pemain sepakbola, tentu usia 42 tahun bukan lagi usia muda. Artinya, Buffon harus sudah memikirkan rencana gantung sepatu alias pensiun.

Akan tetapi, diungkapkan agen transfernya Silvano Martina bahwa sang penjaga gawang masih belum sekalipun membahas tentang kemungkinan gantung sepatu alias pensiun.

“Kami belum membahas masalah itu. Dia akan memutuskan. Dia sepertinya baik-baik saja, tapi kami belum membahas masalah tersebut,” ungkap Martina kepada Tuttomercatoweb.

Adapun, pada kampanye musim ini, Buffon dan Juventus mendapati persaingan yang ketat dari dua tim sekaligus, Lazio dan Inter Milan. Bahkan, saat ini Lazio berada di puncak klasemen sementara.

Berbicara mengenai hal tersebut, Silvano Martina mengakui bahwa musim ini tampak lebih sulit bagi Juventus. Tentu saja banyak tim yang menginginkan sang juara bertahan tumbang setelah delapan musim beruntun menjadi kampiun.

“Tidak semua musim sama. Sulit untuk memenangi liga, apalagi sembilan kali beruntun. Lazio tak bermain di ajang lain, mereka terbantu dengan hal tersebut. Mereka bisa bermain untuk memenangi liga,” tutur Martina.

Buffon sendiri jadi pelapis Wojciech Szczesny di tim utama Juventus. Tentu saja, pertimbangannya adalah faktor usia sang pemain.

Sebelumnya, kiper Italia itu menjadi andalan selama 17 tahun di Turin. Dia kemudian pindah ke Paris Saint-germain dengan status bebas transfer pada awal musim 2018/19. Barulah pada musim panas kemarin, Buffon memutuskan kembali ke Juventus.

Selama dua periode membela Juventus, Buffon telah mencatatkan 656 penampilan di semua ajang.

Liverpool Sempat Berusaha Datangkan Toni Kroos

Liverpool musim ini memang sudah luar biasa, tapi mereka bisa saja lebih luar biasa lagi jika saja pada kesempatan yang lalu berhasil mendatangkan gelandang Jerman, Toni Kroos. Sempat ada usaha yang dilakukan The Reds, namun pada akhirnya gagal terwujud.

Toni Kroos yang kini dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dunia adalah salah satu pemain jebolan akademi Bayern Munchen. Dia lantas menembus skuat senior sejak tahun 2007 silam. Sempat kesulitan pada awalnya, tapi sejak 2010, dia benar-benar diandalkan Die Roten.

Usai mengantarkan klub meraih Treble Winner di musim 2012/13, Toni Kroos memutuskan hengkang ke Real Madrid pada edisi Bursa transfer musim panas di tahun berikutnya. Namun terungkap sebuah fakta bahwa sang gelandang bisa saja menyebrang ke klub selain Real Madrid saat itu.

Raksasa Premier League, Manchester United disebut-sebut menginginkan jasa Toni Kroos ketika itu. Adalah pelatih David Moyes yang memiliki gagasan ini. Pelatih asal Skotlandia baru mengungkapkannya setelah didepak dari kursi manajer.

Bahkan, dalam klaimnya, Moyes mengaku sudah berhasil membujuk Kroos untuk merapat ke Old Trafford. Namun sayang, klub lebih dulu memecatnya sebelum kampanye musim 2013/14 berakhir. Alhasil, Kroos batal pindah ke MU.

Kini diketahui juga bahwa ada klub lain yang juga mengincar Toni Kroos selain Manchester United. Klub tersebut adalah rival Setan Merah, Liverpool.

Hal ini diungkapkan oleh sang gelandang, dimana dia mengaku mendapat pesan singkat dari Steven Gerrard dan Luis Suarez yang kala itu masih berseragam Liverpool. Namun, Kroos merasa aneh, karena Suarez pada akhirnya justru bergabung dengan Barcelona.

“Itu bukan obrolan langsung tetapi mereka menawarkan untuk memberi tahu saya lebih banyak tentang klub dan sebagainya. Lucunya, Suarez akan pergi ke Barcelona,” ungkap kroos pada The Athletic.

Luis Suarez sendiri akhirnya pindah ke Barcelona pada musim panas 2014 dengan bandrol sebesar 80 Juta Euro. Sementara itu Steven Gerrard kemudian meninggalkan Liverpool setahun kemudian. Sedangkan Kroos pindah ke Real madrid dengan banderol 25 Juta Euro.

Kini, pemain Jerman itu tetap jadi andalan Los Blancos di lini tengah. Mengantarkan klub meraih sejumlah gelar juara, termasuk empat titel Liga Champions Eropa.

Menurut Ronaldo, Mbappe Adalah Masa Depan Sepakbola

Kylian Mbappe telah membuktikan potensi dan bakatnya sejak usia yang masih sangat muda sampai sekarang. Tak heran, jika pemain besar seperti Cristiano Ronaldo menganggap bintang muda Prancis itu sebagai masa depan sepakbola.

Nama Mbappe mulai dikenal publik sejak tampil terengginas bersama dengan AS Monaco di musim 2016/17 silam. Performa apiknya berhasil mengantarkan klub kerajaan meraih gelar Ligue 1 Prancis. Di akhir musim, dia ditebus Paris Saint-Germain seharga 180 Juta Euro.

Sejak saat merapat ke klub Prancis, Mbappe terus berkembang. Satu gelar juara dunia bersama Timnas Prancis, tiga gelar Ligue 1, dan tiga trofi domestik lainnya sudah cukup menjelaskan kualitas pemain berusia 21 tahun tersebut.

Dengan potensi dan kualitas yang dia miliki, jelas ada ketertarikan dari sejumlah raksasa Eropa. Real Madrid sudah lama tertarik, kemudian ada Liverpool dan Juventus yang diyakini siap berburu tanda tangan Mbappe.

Berbicara mengenai bakat dan potensi yang dimiliki bintang muda Prancis tersebut, Cristiano Ronaldo yang sudah merasakan sukses besar dalam sepakbola merasa bahwa Mbappe adalah masa sekarang dan masa depan dari sepakbola itu sendiri.

“Mbappe adalah masa depan dan masa kini. Dia pemain fantastis, sangat gesit, dan dia akan jadi masa depan.” ujar Ronaldo kepada Marca.

Sebelum ini, Mbappe sendiri pernah melayangkan sanjungan kepada Cristiano Ronaldo. Menurutnya, mega bintang Portugal itu adalah inspirasi bagi banyak pemain termasuk dia. Ronaldo merupakan idola setelah Zinedine Zidane. Apa yang dikatakan Mbappe inipun tampak sebagai sinyal bagi Real Madrid.

“Sekarang saya harus memandang karier Cristiano sebagai inspirasi. Jika Anda lahir di Prancis, jelas Anda tumbuh dengan mengidolakan Zinedine Zidane. Setelahnya, ada Cristiano, yang jika saya cukup beruntung bisa menghadapinya langsung di level klub dan tim nasional,” kata Mbappe kepada reporter.

Mbappe sendiri masih terikat kontrak di Paris Saint-Germain sampai tahun 2023 mendatang. Kabarya, Les Parisiens juga tidak akan membiarkan bintang andalan mereka itu pergi dengan memasang banderol setinggi langit dalam kontrak sang pemain.

Diyakini, PSG hanya akan melepas Mbappe jika ada yang bersedia membayar sebesar 300 Juta Euro.

Arsenal Diminta Tetap Pertahankan Aubameyang

Salah seorang mantan pemain Arsenal, Paul Merson memberikan saran kepada The Gunners. Ia meminta tim asal London Utara itu tetap mempertahankan striker Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang, kendati kontrak sang pemain akan berakhir setahun lagi.

Aubameyang bergabung dengan Arsenal pada musim panas tahun 2017 lalu, sejak saat itu dia langsung jadi andalan di lini depan kliub. Ia menjadi juru gedor utama The Gunners di mana musim lalu ia memenangkan gelar top skorer Premier League.

Sayangnya, saat ini kontrak sang pemain memang tinggal tersisa satu tahun lagi. Penyerang asal Gabon itu kontraknya akan habis di tahun 2021 dan sampai sekarang yang bersangkutan belum memberikan jawaban atas sodoran kontrak anyar dari Arsenal.

Terkait hal ini, Paul Merson menyarankan Arsenal untuk tidak menyerah memberikan kontrak baru kepada sang pemain.

“Saya rasa Pierre-Emerick Aubameyang akan berusia 31 atau 32 ketika kontraknya habis, jadi jika saya jadi Arsenal, saya akan mempertahankannya di musim panas nanti,” ujar Merson kepada Sky Sports.

Lebih lanjut, Merson mengungkapkan alasan dibalik pendapatnya tersebut. Dia sangat yakin Aubameyang akan memegang peranan kunci dalam keberhasilan klub melangkah ke Liga Champions Eropa musim depan.

“Saya sendiri ingin mempertahankannya, karena ia bisa membantu tim ini untuk lolos ke Liga Champions. Ketika mereka sudah lolos, mereka bisa melepaskannya, karena sangat sulit mencari penyerang yang bisa memberikan anda banyak gol, sementara dia adalah pencetak gol alami.” Tandasnya.

Gabriel Martinelli memang didatangkan klub pada musim dingin kemarin, dengan tujuan menggantikan Aubemeyang. Tapi Merson menilai bahwa pemain Brazil tersebut masih butuh waktu untuk beradaptasi.

“Anda tidak bisa langsung membebani Martinelli untuk mencetak gol sebanyak itu. Ingat dia masih berusia 18 tahun, bukan 22 atau 23 tahun. Saya penggemar beratnya, namun semuanya butuh timing yang tepat.” Lanjutnya.

Sebagaimana rumor yang terdengar, mantan pemain Borussia Dortmund tersebut ingin mencoba tantangan baru di La Liga Spanyol. Diyakini, Barcelona dan Real Madrid siap menampung servis striker Gabon. Bahkan, Barcelona sempat berusaha mendapatkan Aubameyang sejak januari kemarin.

Sulitnya Olivier Giroud Tinggalkan Chelsea

Malang betul nasib penyerang veteran Prancis, Olivier Giroud. Di satu sisi, dia sangat jarang mendapat kesempatan tampil di Chelsea. Di sisi lain, tekadnya untuk hengkang sangat besar demi mendapat kesempatan bermain lebih banyak. Tapi proses kepindahannya dari Stamford Bridge cenderung dipersulit.

Spekulasi hengkangnya Giroud dari Chelsea sejatinya sudah terdengar sejak beberapa waktu lalu. Dia tidak mendapatkan kesempatan bermain di bawah Frank Lampard, bahkan menjadi opsi ketiga setelah Tammy Abraham dan Michy Batshuayi.

Situasi tersebut jelas membuat eks Arsenal merasa frustrasi, apalagi dia sudah mendapat ultimatum dari pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps. Giroud, terancam tidak mendapat panggilan dari Timnas Prancis untuk ajang Euro 2020 mendatang, jika dia tetap jarang bermain di level top.

Giroud sendiri sudah mengakuinya sendiri di depan media, bahwa dia bakal mempertimbangkan kemungkinan meninggalkan klub jika tidak ada perubahan. Kabarnya, raksasa Serie A Italia, Inter Milan adalah tujuan sang pemain.

Giroud ingin bekerja di bawah Antonio Conte lagi, begitu pun sebaliknya. Kabarnya, Giroud sudah mencapai kesepakatan personal kontrak dua setengah tahun dengan gaji 4 juta euro per tahun. Namun sayangnya, kesepakatan antara Chelsea dan Inter Milan masih belum tercapai.

Disinyalir, masalah utama dari kesepakatan yang mandeg ini adalah soal harga. Chelsea di satu sisi menginginkan 7 Juta Euro dari penjualan Giroud. Inter Milan enggan memenuhi banderol tersebut. Mereka hanya ingin membayar 5 Juta Euro ditambah segelintir bonus bersyarat.

Giroud mungkin batal meninggalkan Chelsea Januari ini, tapi hanya masalah waktu sampai keinginannya terwujud. Inter masih belum menyerah dan akan berusaha mendapatkan Giroud pada bursa transfer musim panas mendatang.

Jika benar demikian, situasinya jelas lebih mudah bagi Inter Milan, karena saat itu kontrak Giroud sudah habis, Inter bakal mendapatkan pemain incaran Conte dengan cuma-cuma. Sedangkan bagi Chelsea, jelas kepergian Cuma-Cuma sang pemain akan membuat mereka merugi.

Karena alasan ini, Chelsea diklaim tengah mencari tim yang bersedia meminjam Giroud di sisa musim ini. Peminjaman ini sangat penting bagi Giroud yang membutuhkan menit bermain agar bisa mentas di ajang Piala Euro 2020 mendatang.

Jordan Henderson Sabet Gelar Pemain Terbaik Inggris 2019

Tidak hanya Sadio Mane, Roberto Firmino, Alisson Becker atau Virgil Van Dijk yang mendapat penghargaan menyusul suksesnya Liverpool di sepanjang tahun 2019 kemarin, tapi kapten mereka Jordan Henderson juga mendapat apresiasi. Gelandang berusia 29 tahun tersebut baru saja dinobatkan sebagai pemain Inggris terbaik di tahun 2019 oleh FA.

Seperti diketahui, Liverpool adalah salah satu tim tersukses di sepanjang tahun 2019 kemarin. Setelah berhasil memenangkan gelar Liga Champions Eropa, tim arahan Jurgen Klopp menambah koleksi dua gelar lagi usai memenangkan trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Tentu saja, Jordan Henderson adalah salah satu pemain andalan Tim Marseyside.

Sosok yang juga didapuk menjadi kapten timnas Inggris tersebut memegang peranan penting atas sukses Liverpool tahun kemarin. Tak heran dia mendapat apresiasi berupa penghargaan pemain pria terbaik Inggris edisi 2019 oleh FA. Pemenang penghargaan ini ditentukan lewat polling online oleh para fans The Three Lions di laman resmi FA yang dimulai setiap akhir tahun.

Untuk edisi 2019 ini, Henderson sukses menjadi pemenang setelah mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni penyerang sayap Manchester City, Raheem Sterling dan striker Tottenham, Harry Kane. Sepanjang tahun 2019, Henderson bermain sebanyak tujuh kali bagi tim nasional Inggris. Termasuk dalam laga melawan Montenegro yang jadi laga ke-50 nya untuk tim tiga singa.

Henderson menjadi bagian penting dalam kesuksesan Inggris tampil sempurna untuk lolos ke putaran final EURO 2020 juga memenangkan posisi ke-3 di ajang Liga Antarnegara Eropa. Di level klub, Henderson tiga kali mengangkat trofi sebagai kapten Liverpool, yakni gelar Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Sedangkan untuk kategori pemain wanita terbaik Inggris tahun kemarin dimenangkan oleh Lucy Bronze. Sebagai informasi, Bronze berjasa besar mengantar Inggris meraih gelar juara turnamen SheBelieves Cup serta melaju hingga semifinal pada ajang Piala Dunia Wanita 2019. Tak heran jika sebelumnya dia juga dinobatkan sebagai pemain wanita terbaik Eropa 2019 oleh pihak UEFA.