Sulitnya Olivier Giroud Tinggalkan Chelsea

Malang betul nasib penyerang veteran Prancis, Olivier Giroud. Di satu sisi, dia sangat jarang mendapat kesempatan tampil di Chelsea. Di sisi lain, tekadnya untuk hengkang sangat besar demi mendapat kesempatan bermain lebih banyak. Tapi proses kepindahannya dari Stamford Bridge cenderung dipersulit.

Spekulasi hengkangnya Giroud dari Chelsea sejatinya sudah terdengar sejak beberapa waktu lalu. Dia tidak mendapatkan kesempatan bermain di bawah Frank Lampard, bahkan menjadi opsi ketiga setelah Tammy Abraham dan Michy Batshuayi.

Situasi tersebut jelas membuat eks Arsenal merasa frustrasi, apalagi dia sudah mendapat ultimatum dari pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps. Giroud, terancam tidak mendapat panggilan dari Timnas Prancis untuk ajang Euro 2020 mendatang, jika dia tetap jarang bermain di level top.

Giroud sendiri sudah mengakuinya sendiri di depan media, bahwa dia bakal mempertimbangkan kemungkinan meninggalkan klub jika tidak ada perubahan. Kabarnya, raksasa Serie A Italia, Inter Milan adalah tujuan sang pemain.

Giroud ingin bekerja di bawah Antonio Conte lagi, begitu pun sebaliknya. Kabarnya, Giroud sudah mencapai kesepakatan personal kontrak dua setengah tahun dengan gaji 4 juta euro per tahun. Namun sayangnya, kesepakatan antara Chelsea dan Inter Milan masih belum tercapai.

Disinyalir, masalah utama dari kesepakatan yang mandeg ini adalah soal harga. Chelsea di satu sisi menginginkan 7 Juta Euro dari penjualan Giroud. Inter Milan enggan memenuhi banderol tersebut. Mereka hanya ingin membayar 5 Juta Euro ditambah segelintir bonus bersyarat.

Giroud mungkin batal meninggalkan Chelsea Januari ini, tapi hanya masalah waktu sampai keinginannya terwujud. Inter masih belum menyerah dan akan berusaha mendapatkan Giroud pada bursa transfer musim panas mendatang.

Jika benar demikian, situasinya jelas lebih mudah bagi Inter Milan, karena saat itu kontrak Giroud sudah habis, Inter bakal mendapatkan pemain incaran Conte dengan cuma-cuma. Sedangkan bagi Chelsea, jelas kepergian Cuma-Cuma sang pemain akan membuat mereka merugi.

Karena alasan ini, Chelsea diklaim tengah mencari tim yang bersedia meminjam Giroud di sisa musim ini. Peminjaman ini sangat penting bagi Giroud yang membutuhkan menit bermain agar bisa mentas di ajang Piala Euro 2020 mendatang.

Jordan Henderson Sabet Gelar Pemain Terbaik Inggris 2019

Tidak hanya Sadio Mane, Roberto Firmino, Alisson Becker atau Virgil Van Dijk yang mendapat penghargaan menyusul suksesnya Liverpool di sepanjang tahun 2019 kemarin, tapi kapten mereka Jordan Henderson juga mendapat apresiasi. Gelandang berusia 29 tahun tersebut baru saja dinobatkan sebagai pemain Inggris terbaik di tahun 2019 oleh FA.

Seperti diketahui, Liverpool adalah salah satu tim tersukses di sepanjang tahun 2019 kemarin. Setelah berhasil memenangkan gelar Liga Champions Eropa, tim arahan Jurgen Klopp menambah koleksi dua gelar lagi usai memenangkan trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Tentu saja, Jordan Henderson adalah salah satu pemain andalan Tim Marseyside.

Sosok yang juga didapuk menjadi kapten timnas Inggris tersebut memegang peranan penting atas sukses Liverpool tahun kemarin. Tak heran dia mendapat apresiasi berupa penghargaan pemain pria terbaik Inggris edisi 2019 oleh FA. Pemenang penghargaan ini ditentukan lewat polling online oleh para fans The Three Lions di laman resmi FA yang dimulai setiap akhir tahun.

Untuk edisi 2019 ini, Henderson sukses menjadi pemenang setelah mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni penyerang sayap Manchester City, Raheem Sterling dan striker Tottenham, Harry Kane. Sepanjang tahun 2019, Henderson bermain sebanyak tujuh kali bagi tim nasional Inggris. Termasuk dalam laga melawan Montenegro yang jadi laga ke-50 nya untuk tim tiga singa.

Henderson menjadi bagian penting dalam kesuksesan Inggris tampil sempurna untuk lolos ke putaran final EURO 2020 juga memenangkan posisi ke-3 di ajang Liga Antarnegara Eropa. Di level klub, Henderson tiga kali mengangkat trofi sebagai kapten Liverpool, yakni gelar Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Sedangkan untuk kategori pemain wanita terbaik Inggris tahun kemarin dimenangkan oleh Lucy Bronze. Sebagai informasi, Bronze berjasa besar mengantar Inggris meraih gelar juara turnamen SheBelieves Cup serta melaju hingga semifinal pada ajang Piala Dunia Wanita 2019. Tak heran jika sebelumnya dia juga dinobatkan sebagai pemain wanita terbaik Eropa 2019 oleh pihak UEFA.