Pedro Rodriguez tegaskan Masih Berkomitmen di Chelsea

Penyerang Spanyol Pedro Rogriguez mencoba untuk mengklarifikasi perkataannya baru-baru ini terkait masa depan bersama dengan Chelsea.

Sebagai informasi, Pedro Rodriguez merupakan salah satu pemain Chelsea yang kontraknya akan berakhir di penghujung musim ini. Meski demikian, faktanya sampai sekarang masih belum ada kesepakatan terkait kontrak baru.

Andai memang situasinya tak kunjung berubah, berarti Pedro akan berstatus sebagai pemain bebas agen pada musim panas nanti dan bisa pindah ke klub lain secara gratis.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Pedro memang sempat berbicara mengenai kontrak barunya di Chelsea yang tak kunjung rampung. Sosok berusia 32 tahun tersebut mengaku tak peduli dengan fakta tersebut.

Tak ayal perkataannya disalah artikan fans chelsea, mereka menganggap mantan pemain Barcelona memang tak berniat untuk bertahan di Stamford Bridge.

Namun, dalam sebuah wawancara terbaru, Pedro mencoba untuk mengklarifikasi perkataan tersebut.

“Seperti yang kebanyakan orang tahu, kontrak saya akan habis pada Mei. Namun, saya masih belum berbicara dengan klub tentang apakah kontrak saya akan diperbarui atau tidak dan bagaimana sikap saya,”

“Saya melihat banyak pesan dari fans Chelsea yang mengucapkan selamat tinggal dan berterima kasih pada saya atas kebersamaan saya di sini, dan itu saya apresiasi. Namun, saya ingin memberitahu semua fans bahwa kontrak saya saat ini akan berakhir tapi saya masih harus berbicara kepada klub,” ujar Pedro di laman resmi Chelsea.

Dibawah arahan Frank Lampard, Pedro memang jarang mendapatkan kesempatan bermain. Yang bersangkutan sendiri sadar akan hal tersebut, tapi dia berharap bisa bertahan di Chelsea.

“Harapan saya adalah bisa bertahan di sinii tapi tentu saja kita tak tahu apa yang akan terjadi. Saya harus berbicara dengan klub dan kita lihat apa yang terjadi,” tukasnya.

Pedro Sendiri bergabung dengan Chelsea pada bursa transfer musim panas tahun 2015 silam, dimana saat itu dia baru saja meninggalkan Barcelona.

Penampilannya di Chelsea tidak bisa dibilang bagus, dimana dari 201 penampilan sejauh ini, yang bersangkutan baru mampu mencetak 43 gol di semua ajang.

Harry Kane Lebih Tertarik Gabung Juventus

Spekulasi masa depan Harry Kane masih diperbincangkan, dengan setiap rumor mengarah pada kepergiannya dari Tottenham. Kini, sang bomber diyakini lebih tertarik merapat ke Juventus.

Harry Kane memang jadi andalan Tottenham Hotspur selama beberapa musim terakhir. Kualitasnya di lini depan klub Premier league tersebut tak perlu diragukan lagi. Bahkan, dia juga mampu tampil tajam bersama dengan tim Nasional Inggris.

Hanya saja, Kane yang merupakan kapten Tottenham dirumorkan akan cabut di musim panas nanti. Ia diberitakan tidak nyaman dengan rencana cuci gudang Jose Mourinho di skuat Tottenham, sehingga ia memutuskan untuk pergi.

Selain itu, banyak yang menilai bahwa Tottenham Hotspur tidak bisa menyamai kualitas Harry Kane. Atau dalam artian lain, pemain Inggris itu terlalu bagus untuk Spurs.

Alhasil, nama pemain berusia 26 tahun tersebut mulai dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa. Diyakini, Manchester united adalah salah satu yang tertarik dengan Harry Kane.

Tuttosport mengklaim bahwa Sang Bomber saat ini tengah mempertimbangkan tawaran dari United itu. Namun sang striker juga disebut tertarik untuk pindah ke Juventus musim depan. Laporan yang sama mengklaim bahwa Kane lebih tertarik membela Bianconneri musim depan.

Bukan tanpa alasan, Harry Kane melihat komposisi skuat yang dimiliki Juventus saat ini cukup menjanjikan. Bahkan yang bersangkutan juga sangat tertarik dengan proyek jangka panjang yang sedang coba dibangun oleh bianconneri.

Selain itu Kane ingin merasakan tantangan baru setelah menghabiskan seluruh karirnya di Inggris. Untuk itu pindah ke Italia dinilai jadi opsi yang menarik baginya. Di satu sisi, juventus juga tertarik untuk mendatangkan sang pemain sebagai tandem Ronaldo di lini depan.

Terlebih, si Nyonya tua saat ini juga sedang terancam kehilangan salah seorang striker andalan mereka saat ini, Gonzalo Higuain. Pemain Argentina diyakini akan meninggalkan Turin pada musim panas nanti.

Untuk itu mereka ingin menjadikan Kane sebagai bomber haus gol baru mereka untuk musim kompetisi yang akan datang. Namun, yang jelas Juventus harus merogoh kocek yang besar jika ingin mendatangkan pemain seperti Kane.

Kabarnya, Spurs hanya bersedia melepas sang pemain diatas 100 Juta Poundsterling.

Manchester United Harus Jaga Momentum

Kemenangan atas Manchester City memang menggembirakan, euforianya mungkin masih terasa sampai sekarang. Namun, yang lebih penting dari itu adalah menjaga momentum, demikian menurut bek Luke Shaw.

Sebagaimana diketahui, Manchester United menghadapi rival sekotanya, Manchester City dalam lanjutan Premier League akhir pekan kemarin.

Bermain di Old Trafford, awalnya pasukan Ole Gunnar Solskjaer diragukan menang, terutama setelah melihat fakta bahwa Manchester City tampil cemerlang di beberapa pertandingan terakhir.

Namun siapa sangka, Setan Merah justru berhasil meraih kemenangan telak 2-0 dalam pertandingan tersebut. Masing-masing gol dicetak oleh Anthony Martial dan Scott McTominay.

Kemenangan ini membuat tren positif United terus berjalan. Mereka kini sudah menjalani 10 laga tanpa kekalahan dengan tujuh kemenangan diantaranya.

Jelas, hasil tersebut membanggakan. Bahkan, para fans Manchester United masih tampak ceria sampai sekarang. Namun, bek Luke Shaw menegaskan bahwa yang terpenting sekarang adalah menjaga momentum tersebut.

“Jika kita melihat apa yang sedang terjadi saat ini, saya rasa kami menginginkan sesuatu yang lebih,” kata Shaw kepada Sportsmole.

Apa yang lebih penting adalah mencapai target di akhir musim nanti.

” Kami masih terlibat di dua kompetisi dan balapan menuju empat besar masih terbuka lebar. Kami harus terus menekan tim-tim di atas kami, dan kami tidak perlu fokus melihat permainan tim lain.” Tandasnya.

Memang, kemenangan atas Manchester City kemarin tak lantas mengubah posisi Manchester United di klasemen sementara. Mereka masih tertinggal tiga poin dari empat besar yang diduduki Chelsea.

Tapi menurut Shaw, pada intinya saat ini Manchester United sedang dalam kepercayaan yang tinggi, dan itu adalah hal yang positif. Jadi sangat penting untuk melanjutkan hal tersebut sampai akhir musim nanti.

“Kepercayaan diri kami saat ini tengah tinggi, dan itu sesuatu yang positif. Jadi kami hanya perlu melanjutkan performa kami ini.” ujarnya.

Adapun, Manchester United sendiri akan terbang ke Austria pada pertengahan pekan ini untuk melakoni leg pertama babak 16 besar Liga Europa melawan LASK. Setelahnya, mereka akan bertandang ke markas Tottenham Hotspur dalam lanjutan Premier League.

Buffon Belum Tahu Kapan Akan Pensiun

Menjadi seorang pesepakbola tertua di Serie A Italia tampaknya tak lantas membuat Buffon sudah memikirkan rencana gantung sepatu. Meski sudah berusia 42 tahun, tapi Buffon masih buta soal masa depannya.

Ya, Buffon sudah berusia 42 tahun saat ini, dan dia menjadi pemain tertua di panggung Serie A italia. Pada musim panas kemarin, Buffon diprediksi akan pensiun, namun faktanya yang bersangkutan memilih lanjut bermain dengan kembali ke pelukan Juventus.

Kendati sudah tak lagi jadi andalan utama di bawah mistar gawang, tapi performa eks Paris Saint-Germain tersebut masih sangat bisa diandalkan.

Hanya saja, sebagai seorang pemain sepakbola, tentu usia 42 tahun bukan lagi usia muda. Artinya, Buffon harus sudah memikirkan rencana gantung sepatu alias pensiun.

Akan tetapi, diungkapkan agen transfernya Silvano Martina bahwa sang penjaga gawang masih belum sekalipun membahas tentang kemungkinan gantung sepatu alias pensiun.

“Kami belum membahas masalah itu. Dia akan memutuskan. Dia sepertinya baik-baik saja, tapi kami belum membahas masalah tersebut,” ungkap Martina kepada Tuttomercatoweb.

Adapun, pada kampanye musim ini, Buffon dan Juventus mendapati persaingan yang ketat dari dua tim sekaligus, Lazio dan Inter Milan. Bahkan, saat ini Lazio berada di puncak klasemen sementara.

Berbicara mengenai hal tersebut, Silvano Martina mengakui bahwa musim ini tampak lebih sulit bagi Juventus. Tentu saja banyak tim yang menginginkan sang juara bertahan tumbang setelah delapan musim beruntun menjadi kampiun.

“Tidak semua musim sama. Sulit untuk memenangi liga, apalagi sembilan kali beruntun. Lazio tak bermain di ajang lain, mereka terbantu dengan hal tersebut. Mereka bisa bermain untuk memenangi liga,” tutur Martina.

Buffon sendiri jadi pelapis Wojciech Szczesny di tim utama Juventus. Tentu saja, pertimbangannya adalah faktor usia sang pemain.

Sebelumnya, kiper Italia itu menjadi andalan selama 17 tahun di Turin. Dia kemudian pindah ke Paris Saint-germain dengan status bebas transfer pada awal musim 2018/19. Barulah pada musim panas kemarin, Buffon memutuskan kembali ke Juventus.

Selama dua periode membela Juventus, Buffon telah mencatatkan 656 penampilan di semua ajang.