Setelah Ligue 1, Serie A Italia Kini Terancam Dihentikan

Serie A Italia musim ini bisa dihentikan lebih awal merujuk pada kondisi pandemi Corona yang tak kunjung mereda. Gagasan tersebut seolah dipertegas oleh Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora dalam wawancaranya baru-baru ini.

Italia memang merupakan salah satu Negara Eropa yang terkena dampak Virus Corona terparah sejauh ini. Alhasil, Serie A Italia selaku kompetisi sepakbola tertinggi di Negeri tersebut telah ditangguhkan sejak awal maret kemarin.

Bahkan, Serie A menjadi liga pertama dari lima liga top Eropa yang resmi ditunda. Ironisnya, Sampai saat ini belum ada kepastian kapan kompetisi sepak bola di Italia akan diputar lagi. Terlebih situasi di Italia masih belum bisa dikatakan sudah normal kembali.

Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora mengungkapkan bahwa saat ini federasi sepakbola Italia atau FIGC sedang membahas rencana pengguliran kembali kompetisi Serie A. Namun Spadafora pesimistis liga akan berlanjut lagi.

Pasalnya, ada banyak Presiden Klub yang setuju andai kompetisi musim ini diselesaikan lebih awal. Dengan kata lain, Italia akan jadi Negara ke-empat setelah Belgia, Belanda dan Prancis yang menyudahi kompetisi sepakbola mereka di tengah-tengah pandemi ini.

“Negosiasi sedang berlangsung antara komite ilmiah dan FIGC, yang telah menyajikan protokol medis yang dianggap tidak cukup,”

“Namun, saya selalu mengatakan bahwa melanjutkan latihan tidak selalu berarti melanjutkan musim. Saya melihat melanjutkan Serie A sebagai kemungkinan yang semakin tidak mungkin,”

“Prancis tidak akan menjadi liga terakhir yang memutuskan untuk berhenti di sini dan ini bisa mendorong Italia untuk mengambil pendekatan yang sama,” kata Spadafora kepada televisi La7, via Football Italia.

Sebelum ini, tentang pemberhentian Liga musim ini memang memunculkan pro dan kontra. Cara terbaik untuk menentukan adalah dengan menggelar jajak pendapat. Namun ia tak ingin mengambil keputusan berdasarkan jajak pendapat itu.

Pasalnya, Spadafora sangat menginginkan agar kompetisi dihentikan saja, menyusul situasi yang memang tak memungkinkan untuk berlanjut.

Sebelumnya, Prancis telah memastikan bahwa kompetisi Ligue 1 musim ini resmi dihentikan. Wajar saja, disana sudah ada lebih dari 60 Ribu orang meninggal dunia karena Virus COVID-19.

Inter Milan Harusnya Tak Ragu Jual Lautaro Martinez

Antonio Cassano menyarankan Inter Milan untuk lebih baik menjual Lautaro Martinez, karena ada keuntungan besar yang didapat untuk merekrut lebih dari satu pemain bintang lainnya.

Selama beberapa bulan terakhir, bintang muda Argentina tersebut memang santer disebut jadi salah satu buruan utama Barcelona. Raksasa Catalan menganggapnya sebagai sosok suksesor yang ideal bagi Luis Suarez.

Striker Uruguay yang selama ini jadi andalan memang sudah menua. Meski dari segi performa masih bisa diandalkan, tapi eks pemain Liverpool tersebut sudah mulai rentan mengalami cedera.

Di samping itu, Lautaro Martinez juga disebut cocok bersanding dengan Lionel Messi. Sosok berusia 22 tahun pun dianggap memang kandidat yang tepat menjadi rekrutan anyar klub di masa mendatang.

Barcelona dikabarkan sudah mempersiapkan tawaran, dengan menyertakan dua nama pemain sekaligus. Akan tetapi, Inter Milan menolak tawaran tersebut. Sedangkan banderol Lautaro Martinez sendiri mencapai angka 110 Juta Euro.

Antonio Cassano, mantan penyerang Italia ini menyarankan agar lebih baik bagi Inter Milan untuk melepas pemain berusia 22 tahun tersebut. Nantinya, uang hasil penjualan bisa digunakan untuk membeli pemain bintang yang jumlahnya lebih dari satu.

“Lautaro sangat bagus, tapi saya akan menjualnya. Anda membawanya seharga 20 juta euro dan menjualnya seharga lebih dari 100 juta euro,”

“Atau bahkan mendapatkan 70 juta hingga 80 juta euro dan Arthur. Kemudian saya akan pergi untuk Cavani, yang masa kontrak akan segera berakhir dan akan sempurna untuk [pelatih Antonio] Conte,” kata Cassano seperti dikutip oleh Football Italia.

Apalagi, klub yang bermarkas di San Siro juga masih memiliki satu sosok pemain lagi untuk dijual, tak lain adalah Mauro Icardi. Penjualan Icardi menurutnya bisa untuk mendatangkan striker muda Prancis, Alexandre lacazette.

“Selain itu, akan ada uang dari penjualan Icardi dan saya akan pergi ke Arsenal untuk mendatangkan Lacazette. Lautaro akan menjadi lebih baik, tapi saya akan mengatakan kepadanya: ‘menyenangkan [bekerja dengan Anda]’,” tandas sosok yang juga merupakan eks Inter Milan ini.

Inter Milan sendiri masih bersaing dalam perburuan scudetto musim ini. Sayangnya, kompetisi Serie A Italia sedang ditangguhkan karena pandemi Corona.

Jika Sampai Jual Manuel Neuer, Bayern Munchen Bodoh

Spekulasi kepindahan Manuel Neuer dari Bayern Munchen terus jadi perbincangan. Jika benar pada akhirnya klub menjual kiper timnas Jerman tersebut, Sepp Maier benar-benar tidak habis pikir.

Manuel Neuer sendiri merupakan salah satu andalan Bayern Munchen selama kurang lebih 10 tahun terakhir ini. Terhitung sejak yang bersangkutan dibeli dari Schalke 04 pada tahun 2011 silam. Akan tetapi, kontraknya di Allianz Arena akan berakhir pada musim panas tahun 2021 mendatang.

Masa depannya pun tak ayal jadi perbincangan media-media Jerman. Apalagi Hingga kini kedua pihak masih belum mencapai kata sepakat soal kontrak baru. Proses negosiasi antara kubu Bayern dan Neuer berjalan sulit menyusul kompetisi yang tengah ditangguhkan.

Sedangkan di satu sisi, beberapa waktu lalu pihak Bayern Munchen telah merekrut Alexander Nubel dari Schalke 04. Penjaga gawang muda Jerman tersebut dianggap sebagai salah satu suksesor ideal untuk Manuel Neuer di Allianz Arena.

Nah, diyakini raksasa Premier League, Chelsea akan berusaha memanfaatkan situasi ini demi mendapatkan jasa Manuel Neuer musim depan.

Terkait dengan hal tersebut, kiper legendaris Bayern Munchen Sepp Maier, melarang bekas klubnya menjual Manuel Neuer. Pasalnya, Neuer masih bugar dan masih bisa diandalkan meski usianya tidak muda lagi.

“Saya rasa mereka sangat bodoh jika melepas Neuer. Bayern akan sangat menyesali keputusan tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Mengapa Neuer tak boleh bermain di level tertinggi selama lima tahun ke depan? Dia masih bugar,” ujar Maier kepada Abendzeitung.

Bahkan menurut sang legenda, untuk sekarang ini Manuel Neuer adalah kiper terbaik dunia, tidak ada yang melampauinya.

“Saat ini tak ada kiper yang lebih baik dari Neuer di dunia, dan tak akan ada dalam lima tahun ke depan,” tukasnya.

Menurut informasi yang terdengar sebeumnya, Manuel Neuer sudah membantah isu hengkang ini, bahkan mengaku siap bertahan di Bayern Munchen. Meski demikian, Neuer diklaim menetapkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi Bayern.

Syarat pertamanya adalah agar dia tetap menjadi kiper utama Bayern Munchen musim depan, kendati sudah ada Alexander Nubel yang bagus dan masih muda.

Tak Perlu Ragu, Inter Milan Pasti Bisa Beli Lionel Messi

Setelah mantan Presiden, kini giliran mantan pemain Inter Milan, Benoit Cauet yang memiliki keyakinan besar bahwa Nerazzurri mampu mendatangkan pemain terbaik dunia, Lionel Messi ke San Siro.

Messi sudah sejak lama dikaitkan dengan Inter Milan, bahkan terhitung sejak awal karirnya di Barcelona pada tahun 2006 silam. Saat itu, Inter berupaya untuk membajak Messi yang belum begitu bersinar, tapi usaha mereka gagal.

Usaha serupa sempat dilakukan lagi pada musim panas tahun 2018 lalu. Tindakan ini dianggap sebagai jawaban dari pergerakan Juventus merekrut Cristiano Ronaldo. Tapi lagi-lagi usaha mereka tak berbuah hasil.

Meski demikian, kabar ketertarikan Inter Milan terhadap Messi masih belum menguap. Massimo Moratti selaku mantan presiden Inter nampaknya sangat berambisi untuk melihat Messi bergabung dengan Pasukan Antonio Conte. Anggapannya itupun bukan sekedar imajinasi belaka.

Moratti mempercayai sosok Presiden baru Inter Milan, Steven Zhang yang memiliki sokongan dana memadai untuk membeli pemain sekelas Messi. Sekarang, Keyakinan serupa juga terlihat dari perkatan Cauet, mantan pemain Inter Milan.

Menurutnya, Zhang punya segala syarat untuk membeli pemain top seperti Messi.

“Tentu saja Inter bisa merekrut Lionel Messi, tak perlu diragukan lagi bahwa mereka bisa melakukan itu. Presiden Zhang punya kemampuan finansial serta ambisi yang potensial. Dia adalah seorang presiden dengan isi pikiran yang kuat,” tutur Cauet dalam sesi tayangan langsung di media sosial Instagram.

Tentu saja, biaya transfer serta gaji Lionel Messi bisa membuat Inter harus merogoh kocek sangat dalam. Apalagi mereka juga bisa terhalang regulasi Financial Fair Play yang sedang memantau banyak klub besar.

Apalagi, sanksi yang bisa diterima Inter Milan jika melanggar aturan tersebut bisa dibilang cukup mengerikan. Lihat saja Manchester City, pasukan Pep Guardiola dipastikan tak bisa bermain di dua edisi Liga Champions berikutnya.

Tapi, Inter Milan dipercaya sudah tak lagi jadi pantauan tim FFP, karenanya mereka percaya diri bisa mendatangkan pemain dengan banderol tinggi seperti Messi. Hanya saja, yang jadi pertanyaan sekarang, apakah Barcelona bersedia melepas sosok berusia 32 tahun tersebut?

Benzema dan Giroud Terlibat Konflik, Ini Kata Griezmann

Penyerang Tim Nasional Prancis, Antoine Griezmann angkat bicara tentang konflik yang melibatkan dua rekan senegaranya, Karim Benzema dan Olivier Giroud.

Seperti diketahui, Olivier Giroud dan Karim Benzema memang saling lempar ejekan belakangan ini. Diawali dari Striker Real Madrid, yang mengejek pemain Chelsea tersebut.

Dalam sebuah kesempatan Live di akun Instagramnya baru-baru ini, mantan pemain Lyon tersebut menganggap perbandingan antara dia dengan Giroud adalah sebuah Mobil F1 dengan Mobil Gokart. Striker Chelsea dianggapnya sebagai gokart.

“Anda tidak bisa membandingkan Formula 1 dengan karting, dan saya masih berkata dengan baik-baik,” tutur Benzema dalam siaran langsung di media sosial.

Tak lama berselang, pemain andalan Real Madrid tersebut kembali mengklarifikasi pernyataannya. Tapi yang bersangkutan bukannya meredakan situasi, justru mempertegas ejekannya lagi.

“Soal Giroud, saya hanya berkata sejujurnya. Tapi kami tidak ingat soal apa yang saya bicarakan soal dia, terlebih soal apa yang ia berikan kepada Timnas Prancis,” ucapnya.

Tentu saja konflik kedua sosok tersebut terkesan tidak baik, apalagi mereka sama-sama berasal dari Prancis. Kabarnya, ejekan ini dilancarkan Benzema lantaran tak senang dengan fakta bahwa Giroud telah merebut tempatnya di Tim Nasional Prancis.

Penyerang Prancis lainnya, Antoine Griezmann lantas dimintai pendapat tentang perseteruan kedua rekannya tersebut. Namun pemain Barcelona ini enggan membela salah satunya, namun melayangkan sanjungan kepada Giroud yang turut membantu timnas Prancis menjadi juara dunia dua tahun lalu.

“Saya tak bisa menjawab itu, saya bisa kena masalah. Saya mencintai Olivier Giroud, dia adalah pemain yang bagus dan membantu kami memenangkan Piala Dunia. Dan itu penting dalam hidup,” ujarnya di Twitch.

Benzema sendiri sudah tak lagi dipanggil oleh Tim Nasional Prancis sejak tahun 2015 silam. Tepatnya sejak kasus scandal Video Seks yang melibatkan nama pemain Real Madrid ini. Kendati terbukti tak bersalah, tapi sampai sekarang Benzema tak pernah lagi membela Les Bleus.

Sudah dua kompetisi besar dilewatkan pemain berusia 32 tahun tersebut, diantaranya gelaran Piala Euro 2016 di Prancis, dan gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia.