Pep Guardiola Akui Akan Sulit Fokus Pada Premier League Saja

Meski gelar Premier League sudah dipastikan jatuh ke tangan Liverpool, tapi tim-tim lain termasuk Manchester City harus tetap fokus pada sisa pertandingan musim ini. Namun, pelatih Pep Guardiola mengakui bahwa itu akan sulit bagi para pemainnya.

Pertandingan Premier League terakhir yang dimainkan Manchester City adalah tengah pekan kemarin. Dalam laga tersebut mereka secara mengejutkan takluk 1-2 dari tuan Rumah. Kekalahan tersebutlah yang membuat persaingan gelar juara berakhir.

Jarak poin dengan Liverpool menjadi 23 poin, praktis Tim Marseyside berhak jadi juara karena musim ini hanya menyisakan tujuh pertandingan saja.

Tentu itu menyakitkan, tapi para pemain Manchester City tampak langsung move on dengan memenangkan pertandingan perempat final Piala FA melawan Newcastle United. Mereka memenangkan laga tersebut dengan skor telak 2-0.

Dengan kemenangan ini, Citizen dipastikan melangkah ke babak semifinal dan akan berhadapan dengan Arsenal.

Namun, diakui oleh pelatih Pep Guardiola bahwa kemenangan tersebut tak lantas membuat pasukannya bisa fokus meraih hasil maksimal di sisa pertandingan Premier League musim ini.

“Setelah kekalahan di London atas Chelsea, tentu saja sekarang kami sedikit kesulitan untuk fokus di Premier League,”

“Kami bermain untuk lolos ke Liga Champions, belum selesai tapi kami sudah dekat, kami membutuhkan dua kemenangan lagi,” ujar Guardiola seperti dikutip Goal International.

Terlebih, Piala FA dan Liga Champions Eropa tidak bisa dipandang sebelah mata, apalagi lawan mereka adalah Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions nanti.

“Namun, tentu saja, sekarang Piala FA dan Liga Champions sedikit berbeda karena fakta bahwa kami bermain di Wembley lagi, musim lalu kami menjadi juara, kini kami berada di semifinal lagi dan itu sangat bagus. Lalu kami mempersiapkan akhir musim melawan Madrid,” tukasnya.

Yang menjadi target pertama Pep adalah membawa timnya melangkah ke babak semifinal dan itu tentu saja bukan target yang mudah dicapai.

“Pertama-tama kami lolos ke semifinal, tak mudah untuk menyerang tim yang beknya bermain sangat, sangat dalam,” tutur Guardiola.

Leroy Sane Dipastikan Tinggalkan Manchester City

Teka-teki masa depan Leroy Sane bersama dengan Manchester City akhirnya terjawab sudah. Setelah beberapa bulan terakhir begitu intens dikaitkan dengan Bayern Munchen, Manchester City mengkonfirmasi bahwa sang winger memang berniat meninggalkan klub.

Sebenarnya, kabar ketertarikan Bayern Munchen terhadap Leroy Sane sudah terdengar sejak musim panas kemarin.

Bahkan, kabarnya saat itu sudah ada kesepakatan antara juara Bundesliga dengan sang pemain, tapi kelanjutannya tak memungkinkan karena sang pemain mengalami cedera. Meski demikian spekulasi transfer ini masih terus terdengar.

Terlebih mengetahui fakta bahwa Sane akan segera berada di tahun terakhir dalam kontraknya bersama dengan raksasa Premier League.

Benar saja, pelatih Pep Guardiola membenarkan bahwa winger muda Jerman tersebut dipastikan bakal meninggalkan klub lantaran sudah menolak perpanjangan kontrak baru.

“Leroy sudah menegaskan bahwa dia tidak mau memperpanjang kontrak. Itu berarti dia ingin pergi. Entah bakal terjadi musim panas ini atau pada akhir kontraknya.” Kata Pep Guardiola kepada Goal Internasional.

Lebih lanjut, mantan pelatih Barcelona ini menegaskan bahwa Manchester City sebenarnya sudah beberapa kali melayangkan kontrak anyar kepada Sane, tapi semuanya ditolak. Jadi pada intinya, Winger Jerman tersebut memang ingin meninggalkan Etihad.

“Klub sudah menawarinya dua atau tiga kali, dan dia menolak semuanya. Jadi, dia bakal bermain untuk klub lain.”

“Leroy menolak kontrak dan semua orang tahu apa artinya itu. Jika di akhir musim ini tecapai kesepakatan antara kedua klub, dia akan pergi. Jika tidak, dia akan bertahan setahun lagi,” Jelas sang juru taktik.

Jelas keputusan tersebut membuat Pelatih Pep Guardiola merasa kecewa, karena bagaimanapun Leroy Sane adalah pemain yang penting. Usianya baru 24 tahun dan masih bisa jadi andalan klub dalam jangka panjang.

“Saya sangat kecewa. Kami menginginkan dia. Dia adalah pemain muda dengan potensi luar biasa dan kualitas luar biasa, pemain seperti itu sulit ditemukan di mana pun,” tandasnya.

Tapi bagaimanapun, Pep tetap menghargai keputusan Sane dan memahami alasan dibaliknya.

“saya memahami itu. Kami menginginkan pemain yang memang ingin bermain untuk klub ini. Kami menghargai dia,” tutupnya.

Agen Isyaratkan Sergio Ramos Bakal Bertahan di Madrid

Masa depan Sergio Ramos di Real Madrid belakangan jadi perbincangan karena kontraknya yang akan berakhir dalam waktu dekat. Namun, Agen transfer sang pemain mengisyaratkan bahwa kliennya akan tetap bertahan di Santiago Bernabeu.

Sebagai informasi, Sergio Ramos sudah kurang lebih 15 tahun membela Real Madrid merupakan pemain yang krusial bagi raksasa La Liga Spanyol tersebut. Ia sudah menjadi tembok pertahanan yang sangat kokoh bagi Los Blancos sejak bergabung dari Sevilla.

Hanya saja, saat ini sang Kapten memiliki sisa kontrak sampai musim panas tahun depan. Sempat beredar kabar bahwa negosiasi kontrak itu berjalan alot, karena pihak Los Blancos dipercaya hanya bersedia memberikan perpanjangan kontrak berdurasi satu tahun saja.

Tak heran jika spekulasi masa depan Sergio Ramos mulai terdengar di media-media Spanyol. Ada yang mengklaim bahwa bek Timnas Spanyol itu akan hengkang dari Santiago Bernabeu. Menanggapi isu tersebut, agen transfer Ramos angkat bicara.

“Ya, dalam sepakbola memang terkadang ada hal-hal yang tidak terduga,” beber Rene Ramos kepada Radio Marca.

Meski demikian, Rene Ramos sangat yakin bahwa kliennya akan lebih mengutamakan opsi bertahan di Real Madrid. Pasalnya, sang pemain sangat mencintai raksasa La Liga Spanyol tersebut sejak bergabung dari Sevilla.

“Sejauh ini ada niatan yang baik dari kedua pihak untuk melanjutkan kerja sama ini. Semoga saja ia pensiun di Real Madrid, karena itu adalah mimpinya dan saya juga tahu bahwa pihak klub ingin ia pensiun di sana.”

Memang, sampai saat ini belum ada kesepakatan dalam negosiasi kontrak baru, tapi Rene menyebut bahwa saat ini prioritas utama Ramos adalah melanjutkan karirnya bersama Real Madrid, tidak ada alternatif lain yang dipikirkan.

“Hingga saat ini kami belum mendiskusikan apapun terkait kontrak ini, namun tidak ada yang perlu dicemaskan. Ketika pihak klub siap untuk berbicara, maka kami akan meladeninya.” ia menandaskan.

Adapun, Real Madrid sendiri memang akan kembali beraksi di La Liga setelah tiga bulan kompetisi itu ditunda. Mereka dijadwalkan menjamu Eibar di Santiago Bernabeu pada hari Senin (15/6) dini hari nanti.

Karena Kasus George Floyd, Eks City Ini Takut Ke AS

Isu rasialisme dalam kasus kematian George Floyd memicu gelombang protes dari berbagai kalangan dan dari berbagai belahan dunia. Bahkan karenanya, ada banyak orang kulit hitam yang takut berkunjung ke Negeri Paman Sam, termasuk eks pemain Manchester City, Nedum Onuoha.

Amerika Serikat memang dalam kondisi yang genting saat ini, selain karena pandemi Virus Corona yang masih belum mereda, mereka juga sedang diterpa isu rasialisme.

Isu tersebut berkaitan dengan kematian seorang kulit hitam bernama George Floyd yang meninggal dunia di tangan salah seorang polisi Minneapolis.

Berdasarkan kabar yang terdengar, George Floyd awalnya hanya diduga akan melakukan aksi kriminal di sebuah pertokoan. Pihak kepolisian setempat lantas melakukan tindakan preventif, namun seorang polisi kulit putih yang bertindak saat itu justru membuat nyawa George Floyd melayang.

Polisi tersebut menekan leher George Floyd menggunakan lututnya sampai yang bersangkutan kehabisan nafas dan akhirnya meninggal.

Kasus kematian tersebut memicu isu rasialisme, gelombang kecaman pun berdatangan dari berbagai kalangan. Bahkan ada aksi unjuk rasa di beberapa kawasan di Amerika Serikat.

Sementara itu, Nedum Onuoha kini bermain di Real Salt Lake, tim MLS di Amerika Serikat sejak 2018 silam. Sebelumnya, ia pernah bermain untuk Manchester City, Sunderlnad, dan Queens Park Rangers.

Sekarang, melihat apa yang terjadi Onuoha justru merasa cemas dengan tingkah lakunya di luar sana akan disalah artikan oleh pihak berwajib.

“Saya kini harus berwaspada tentang bagaimana saya berperilaku di luar sana. Agaknya, apapun yang saya lakukan dipantau oleh orang-orang yang memiliki kekuatan. Saya tidak mau mengatakan hal ini, tetapi sekarang saya takut dan tidak percaya terhadap polisi,” kata Nedum Onuoha kepada BBC.

Lebih lanjut, pria yang sempat cukup lama menetap di Inggris mengakui bahwa kehidupan di Negeri Ratu Elizabeth jauh lebih nyaman dibandingkan di Amerika Serikat.

“Di Inggris, saya merasa lebih nyaman, karena kalau ada sesuatu pun tidak akan sampai mematikan. Kalau di Amerika Serikat, pertengkaran bisa berujung kematian,” sambung Nedum Onuoha.