Agen Kembali Konfirmasi Keinginan Coutinho kembali ke Inggris

Kia Joorabchian, Agen Transfer Philippe Coutinho ini kembali membeberkan ke mana kliennya ingin berlabuh musim depan. Playmaker milik Barcelona itu disebutnya ingin kembali merasakan sengitnya persaingan di Liga Primer Inggris.

Sejatinya, playmaker asal Brazil ini pernah merasakan kerasnya persaingan di Premier League, tepatnya bersama Liverpool pada periode 2010 sampai 2018. Setelahnya, dia memutuskan hijrah ke Spanyol untuk bergabung dengan Barcelona.

Nahasnya, perjalanan karir pemain Brazil bersama dengan Raksasa Catalan tak berjalan baik. Coutinho tampak kesulitan beradaptasi dengan skuat El Blaugrana. Alhasil dia dipinjamkan ke Bayern Munchen sejak musim panas kemarin.

Seiring berakhirnya kampanye musim ini, berakhir juga masa peminjaman Coutinho di Bayern Munchen. Barcelona juga enggan menerima kembali pemain Brazil karena sudah memiliki pemain sekaliber Antoine Griezmann.

Karena alasan tersebut, Coutinho diyakini akan menjadi salah satu pemain yang dijual Barcelona di musim panas nanti.

Kia Joorabchian sendiri mengakui bahwa situasi kliennya saat ini cukup rumit.

“Situasinya saat ini cukup rumit,” ujar Joorabchian kepada talkSPORT.

Sang pemain belum bisa mengambil keputusan tentang kemana dia akan berlabuh musim depan. Pasalnya, Coutinho masih harus membantu Bayern Munchen di sisa kompetisi Liga Champions Eropa.

“Liga Champions akan digelar hingga tanggal 23 Agustus mendatang, sehingga sulit bagi pemain seperti Coutinho untuk mencari klub sebelum itu selesai.” Tandasnya.

Tapi, sang agen memberikan indikasi bahwa sepertinya Coutinho ingin kembali mencicipi kerasnya persaingan di Premier League musim depan. Walau begitu, sang pemain juga tak menutup pintu untuk tetap bertahan di Camp Nou.

“Kami tidak pernah menutup-nutupi bahwa dia ingin kembali ke Premier League jika kondisinya memungkinkan. Ia sangat mengagumi Premier League.”

“Saya rasa kembali ke Inggris adalah salah satu prioritasnya, meski ia tidak menutup kemungkinan bermain bagi Barcelona. Segalanya masih bisa terjadi, dan ada banyak yang tertarik padanya karena dia adalah pemain yang hebat.” ujarnya.

Kabar yang beredar mengklaim bahwa Coutinho sedang diminati oleh raksasa London Utara, Arsenal. Di satu sisi, dia juga dikaitkan dengan Manchester United dan Tottenham Hotspur.

Manchester United Tak Boleh Bergantung Hasil Tim Lain

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer meminta para pemainnya untuk tidak memikirkan kemungkinan Chelsea akan terpeleset dan fokus pada hasil sendiri demi mendapatkan posisi terbaik.

Persaingan menuju empat besar Premier League musim ini memang tampak begitu sengit. Setidaknya, ada tiga tim yang memperebutkan dua tiket ke Liga Champions Eropa musim depan, mereka adalah Chelsea, Leicester City dan Manchester United.

Secara berurutan ketiga tim tersebut menduduki peringkat ke-3, 4 dan 5. Manchester United yang berada di posisi terbawah berpeluang naik ke tiga besar andai menang atas West Ham United dinihari WIB nanti.

Pasalnya, Leicester City sudah memainkan pekan ke-36 dan kalah di tangan Tottenham, sedangkan Chelsea akan menghadapi Liverpool.

The Blues diprediksi bakal terpeleset saat menghadapi sang juara Premier League, sehingga ini jadi kesempatan emas bagi Manchester United. Tapi, pelatih Ole Gunnar Solskjaer meminta timnya untuk tidak bergantung pada hasil tim lain.

“Kami hanya perlu fokus pada diri kami sendiri untuk saat ini,” ujar Solskjaer kepada MUTV.

Yang perlu dilakukan para pemainnya adalah meraih kemenangan di sisa dua pertandingan demi mengincar satu tempat di liga champions musim depan.

“Jika kami melakukan tugas kami, maka kami akan mendapatkan apa yang kami inginkan. Jadi itu harus menjadi fokus kami saat ini. Ada dua laga yang tersisa bagi kami dan itu adalah dua pertandingan yang akan mempengaruhi proses dan perjalanan tim ini.”

Manchester United sendiri akhirnya menelan kekalahan perdana setelah melalui 19 laga tanpa terkalahkan. Kekalahan perdana itu ditelan Setan Merah saat menghadapi Chelsea di babak semifinal Piala FA.

Namun Solskjaer menegaskan bahwa timnya sudah melupakan kekalahan mengecewakan tersebut dan sepenuhnya fokus pada pertandingan melawan West Ham United.

“Tim ini sudah belajar di sepanjang waktu. Hasil mengecewakan di hari Minggu saya yakin akan memberikan kami hasrat dan determinasi untuk bangkit.” ujarnya.

Selain lewat jalur finish di empat besar klasemen akhir, Manchester United punya cara lain untuk menembus Liga Champions Eropa musim depan, tepatnya dengan cara menjadi juara Liga Europa.

Jika Hasilnya Mengecewakan, Conte Siap Dipecat

Isu pemecatan Antonio Conte dari kursi pelatih Inter Milan sempat mengemuka saat klub tergusur dari empat besar klasemen sementara. Menariknya, mantan pelatih Juventus tersebut mengaku siap dipecat jika memang klub tidak puas dengan kinerjanya.

Conte sendiri baru dipercaya menangani Inter Milan sejak awal musim ini. Pelatih berusia 50 tahun itu cukup berpengalaman, pernah mengantar Juventus meraih tiga scudetto beruntun, kemudian menangani Timnas Italia.

Dia bahkan berhasil mempersembahkan gelar Premier League di musim pertamanya sebagai pelatih Chelsea. Sayang, kinerja yang berbeda terlihat pada musim perdananya bersama dengan Nerazzuri.

Memang, Inter sempat tancap gas, meraih sederet hasil bagus di awal musim ini, bahkan mereka pernah menguasai klasemen sementara cukup lama. Tapi belakangan, La Beneamata justru menunjukkan penurunan.

Sebelum Serie A ditunda karena pandemi Virus Corona, Inter Milan bahkan tergusur sampai peringkat ke-3. Mereka juga tergusur lagi satu posisi ke bawah setelah kalah dari Bologna dan ditahan imbang Hellas Verona.

Saat itu, isu pemecatan Conte sempat mengemuka, dan menariknya eks pelatih Chelsea ini mengaku siap dipecat andai memang kinerjanya dirasa tidak memuaskan.

“Jika semua orang senang dengan kinerja saya, dan saya rasa begitulah kondisinya sekarang, dari yang saya dengar, maka saya tidak melihat alasan mengapa kami tidak bisa terus berjalan,”

“Jika mereka tidak senang dengan tugas yang saya lakukan, maka saya takkan ragu untuk mundur dari jabatan,” ujar Conte kepada Sky Sport Italia.

Adapun pada kesepakatan awalnya, Antonio Conte menyepakati kontrak berdurasi tiga tahun di Inter Milan. Tugasnya memang membawa klub kembali ke tempat yang seharusnya, tapi yang bersangkutan sadar bahwa untuk mencapai tugas tersebut butuh waktu yang tidak sebentar.

“Saya dipanggil oleh Inter untuk proyek tiga tahun, untuk membawa mereka ke tempat yang seharusnya. Sayangnya, itu membutuhkan waktu,” tambahnya.

Terbaru, Antonio Conte berhasil mengalahkan Torino dengan skor 3-1 pada Selasa (14/7/2020) dini hari tadi. Kemenangan tersebut membuat Inter Milan berhasil merebut kembali peringkat ke-2 pada klasemen sementara. Kini mereka hanya tertinggal delapan poin dari pemuncak, Juventus.

Nemanja Matic Resmi Tambah Kontrak di MU

Senin Sore (06/07), Manchester United mengkonfirmasi bahwa pihak klub telah mencapai kesepakatan dengan gelandang veteran klub, Nemanja Matic terkait kontrak baru. Ya, pemain Serbia itu telah resmi memperpanjang kontraknya di Old trafford.

Sejatinya, kontrak mantan pemain Chelsea tersebut baru akan berakhir pada musim panas ini. Tapi memang dalam kontraknya tersebut terdapat klausul yang memperbolehkan perpanjangan otomatis untuk satu tahun ke depan.

Nah, mengingat kontribusi sang pemain dalam skuat arahan Ole Gunnar Solskjaer yang cukup besar, akhirnya pihak klub mengaktifkan klausul tersebut. Bahkan, tak tanggung-tanggung, raksasa Premier League ini memberikan kontrak tiga tahun untuk Matic.

“Manchester United senang bisa mengumumkan bahwa Nemanj Matic telah menandatangani kontrak baru, yang membuatnya bertahan di klub hingga Juni 2023,” bunyi pernyataan resmi United.

Mendapatkan kontrak baru berdurasi cukup panjang, pemain berusia 31 tahun itu mengaku senang. Tentu saja dia siap membantu klub untuk meraih target-targetnya selama tiga musim ke depan.

“Saya sangat senang bisa terus menjadi bagian dari klub yang hebat ini. Sebagai seorang pemain, saya masih bisa berkontribusi untuk tim ini dan masih banyak hal yang ingin saya capai dalam karir saya.”

“Bisa meraih itu bersama Manchester United akan menjadi kebanggaan besar bagi saya.” Ujar Matic sebagaimana dilansir situs resmi klub.

Lebih lanjut, mantan pemain Benfica mengaku sangat optimis dengan peluang Manchester United untuk bersaing dalam perburuan gelar juara di musim-musim berikutnya.

“Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari tim yang menarik seperti ini. Kami memiliki keseimbangan yang bagus antara pemain muda dan juga pemain berpengalaman, dan ada hubungan yang baik di dalam klub ini.” Tandasnya.

Manchester United memang sedang berada dalam jalur yang positif. Dalam 16 laga terakhir, mereka tak pernah terkalahkan dan berhasil meraih 14 kemenangan diantaranya, termasuk dalam laga melawan Bournemouth akhir pekan kemarin.

Matic sendiri belakangan tengah menunjukkan performa yang impresif di skuat Manchester United. Yang bersangkutan kerap jadi starter dan menjadi tandem gelandang Paul Pogba di lini tengah.