Harry Kane Lebih Tertarik Gabung Juventus

Spekulasi masa depan Harry Kane masih diperbincangkan, dengan setiap rumor mengarah pada kepergiannya dari Tottenham. Kini, sang bomber diyakini lebih tertarik merapat ke Juventus.

Harry Kane memang jadi andalan Tottenham Hotspur selama beberapa musim terakhir. Kualitasnya di lini depan klub Premier league tersebut tak perlu diragukan lagi. Bahkan, dia juga mampu tampil tajam bersama dengan tim Nasional Inggris.

Hanya saja, Kane yang merupakan kapten Tottenham dirumorkan akan cabut di musim panas nanti. Ia diberitakan tidak nyaman dengan rencana cuci gudang Jose Mourinho di skuat Tottenham, sehingga ia memutuskan untuk pergi.

Selain itu, banyak yang menilai bahwa Tottenham Hotspur tidak bisa menyamai kualitas Harry Kane. Atau dalam artian lain, pemain Inggris itu terlalu bagus untuk Spurs.

Alhasil, nama pemain berusia 26 tahun tersebut mulai dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa. Diyakini, Manchester united adalah salah satu yang tertarik dengan Harry Kane.

Tuttosport mengklaim bahwa Sang Bomber saat ini tengah mempertimbangkan tawaran dari United itu. Namun sang striker juga disebut tertarik untuk pindah ke Juventus musim depan. Laporan yang sama mengklaim bahwa Kane lebih tertarik membela Bianconneri musim depan.

Bukan tanpa alasan, Harry Kane melihat komposisi skuat yang dimiliki Juventus saat ini cukup menjanjikan. Bahkan yang bersangkutan juga sangat tertarik dengan proyek jangka panjang yang sedang coba dibangun oleh bianconneri.

Selain itu Kane ingin merasakan tantangan baru setelah menghabiskan seluruh karirnya di Inggris. Untuk itu pindah ke Italia dinilai jadi opsi yang menarik baginya. Di satu sisi, juventus juga tertarik untuk mendatangkan sang pemain sebagai tandem Ronaldo di lini depan.

Terlebih, si Nyonya tua saat ini juga sedang terancam kehilangan salah seorang striker andalan mereka saat ini, Gonzalo Higuain. Pemain Argentina diyakini akan meninggalkan Turin pada musim panas nanti.

Untuk itu mereka ingin menjadikan Kane sebagai bomber haus gol baru mereka untuk musim kompetisi yang akan datang. Namun, yang jelas Juventus harus merogoh kocek yang besar jika ingin mendatangkan pemain seperti Kane.

Kabarnya, Spurs hanya bersedia melepas sang pemain diatas 100 Juta Poundsterling.

Manchester United Harus Jaga Momentum

Kemenangan atas Manchester City memang menggembirakan, euforianya mungkin masih terasa sampai sekarang. Namun, yang lebih penting dari itu adalah menjaga momentum, demikian menurut bek Luke Shaw.

Sebagaimana diketahui, Manchester United menghadapi rival sekotanya, Manchester City dalam lanjutan Premier League akhir pekan kemarin.

Bermain di Old Trafford, awalnya pasukan Ole Gunnar Solskjaer diragukan menang, terutama setelah melihat fakta bahwa Manchester City tampil cemerlang di beberapa pertandingan terakhir.

Namun siapa sangka, Setan Merah justru berhasil meraih kemenangan telak 2-0 dalam pertandingan tersebut. Masing-masing gol dicetak oleh Anthony Martial dan Scott McTominay.

Kemenangan ini membuat tren positif United terus berjalan. Mereka kini sudah menjalani 10 laga tanpa kekalahan dengan tujuh kemenangan diantaranya.

Jelas, hasil tersebut membanggakan. Bahkan, para fans Manchester United masih tampak ceria sampai sekarang. Namun, bek Luke Shaw menegaskan bahwa yang terpenting sekarang adalah menjaga momentum tersebut.

“Jika kita melihat apa yang sedang terjadi saat ini, saya rasa kami menginginkan sesuatu yang lebih,” kata Shaw kepada Sportsmole.

Apa yang lebih penting adalah mencapai target di akhir musim nanti.

” Kami masih terlibat di dua kompetisi dan balapan menuju empat besar masih terbuka lebar. Kami harus terus menekan tim-tim di atas kami, dan kami tidak perlu fokus melihat permainan tim lain.” Tandasnya.

Memang, kemenangan atas Manchester City kemarin tak lantas mengubah posisi Manchester United di klasemen sementara. Mereka masih tertinggal tiga poin dari empat besar yang diduduki Chelsea.

Tapi menurut Shaw, pada intinya saat ini Manchester United sedang dalam kepercayaan yang tinggi, dan itu adalah hal yang positif. Jadi sangat penting untuk melanjutkan hal tersebut sampai akhir musim nanti.

“Kepercayaan diri kami saat ini tengah tinggi, dan itu sesuatu yang positif. Jadi kami hanya perlu melanjutkan performa kami ini.” ujarnya.

Adapun, Manchester United sendiri akan terbang ke Austria pada pertengahan pekan ini untuk melakoni leg pertama babak 16 besar Liga Europa melawan LASK. Setelahnya, mereka akan bertandang ke markas Tottenham Hotspur dalam lanjutan Premier League.

Buffon Belum Tahu Kapan Akan Pensiun

Menjadi seorang pesepakbola tertua di Serie A Italia tampaknya tak lantas membuat Buffon sudah memikirkan rencana gantung sepatu. Meski sudah berusia 42 tahun, tapi Buffon masih buta soal masa depannya.

Ya, Buffon sudah berusia 42 tahun saat ini, dan dia menjadi pemain tertua di panggung Serie A italia. Pada musim panas kemarin, Buffon diprediksi akan pensiun, namun faktanya yang bersangkutan memilih lanjut bermain dengan kembali ke pelukan Juventus.

Kendati sudah tak lagi jadi andalan utama di bawah mistar gawang, tapi performa eks Paris Saint-Germain tersebut masih sangat bisa diandalkan.

Hanya saja, sebagai seorang pemain sepakbola, tentu usia 42 tahun bukan lagi usia muda. Artinya, Buffon harus sudah memikirkan rencana gantung sepatu alias pensiun.

Akan tetapi, diungkapkan agen transfernya Silvano Martina bahwa sang penjaga gawang masih belum sekalipun membahas tentang kemungkinan gantung sepatu alias pensiun.

“Kami belum membahas masalah itu. Dia akan memutuskan. Dia sepertinya baik-baik saja, tapi kami belum membahas masalah tersebut,” ungkap Martina kepada Tuttomercatoweb.

Adapun, pada kampanye musim ini, Buffon dan Juventus mendapati persaingan yang ketat dari dua tim sekaligus, Lazio dan Inter Milan. Bahkan, saat ini Lazio berada di puncak klasemen sementara.

Berbicara mengenai hal tersebut, Silvano Martina mengakui bahwa musim ini tampak lebih sulit bagi Juventus. Tentu saja banyak tim yang menginginkan sang juara bertahan tumbang setelah delapan musim beruntun menjadi kampiun.

“Tidak semua musim sama. Sulit untuk memenangi liga, apalagi sembilan kali beruntun. Lazio tak bermain di ajang lain, mereka terbantu dengan hal tersebut. Mereka bisa bermain untuk memenangi liga,” tutur Martina.

Buffon sendiri jadi pelapis Wojciech Szczesny di tim utama Juventus. Tentu saja, pertimbangannya adalah faktor usia sang pemain.

Sebelumnya, kiper Italia itu menjadi andalan selama 17 tahun di Turin. Dia kemudian pindah ke Paris Saint-germain dengan status bebas transfer pada awal musim 2018/19. Barulah pada musim panas kemarin, Buffon memutuskan kembali ke Juventus.

Selama dua periode membela Juventus, Buffon telah mencatatkan 656 penampilan di semua ajang.

Liverpool Sempat Berusaha Datangkan Toni Kroos

Liverpool musim ini memang sudah luar biasa, tapi mereka bisa saja lebih luar biasa lagi jika saja pada kesempatan yang lalu berhasil mendatangkan gelandang Jerman, Toni Kroos. Sempat ada usaha yang dilakukan The Reds, namun pada akhirnya gagal terwujud.

Toni Kroos yang kini dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dunia adalah salah satu pemain jebolan akademi Bayern Munchen. Dia lantas menembus skuat senior sejak tahun 2007 silam. Sempat kesulitan pada awalnya, tapi sejak 2010, dia benar-benar diandalkan Die Roten.

Usai mengantarkan klub meraih Treble Winner di musim 2012/13, Toni Kroos memutuskan hengkang ke Real Madrid pada edisi Bursa transfer musim panas di tahun berikutnya. Namun terungkap sebuah fakta bahwa sang gelandang bisa saja menyebrang ke klub selain Real Madrid saat itu.

Raksasa Premier League, Manchester United disebut-sebut menginginkan jasa Toni Kroos ketika itu. Adalah pelatih David Moyes yang memiliki gagasan ini. Pelatih asal Skotlandia baru mengungkapkannya setelah didepak dari kursi manajer.

Bahkan, dalam klaimnya, Moyes mengaku sudah berhasil membujuk Kroos untuk merapat ke Old Trafford. Namun sayang, klub lebih dulu memecatnya sebelum kampanye musim 2013/14 berakhir. Alhasil, Kroos batal pindah ke MU.

Kini diketahui juga bahwa ada klub lain yang juga mengincar Toni Kroos selain Manchester United. Klub tersebut adalah rival Setan Merah, Liverpool.

Hal ini diungkapkan oleh sang gelandang, dimana dia mengaku mendapat pesan singkat dari Steven Gerrard dan Luis Suarez yang kala itu masih berseragam Liverpool. Namun, Kroos merasa aneh, karena Suarez pada akhirnya justru bergabung dengan Barcelona.

“Itu bukan obrolan langsung tetapi mereka menawarkan untuk memberi tahu saya lebih banyak tentang klub dan sebagainya. Lucunya, Suarez akan pergi ke Barcelona,” ungkap kroos pada The Athletic.

Luis Suarez sendiri akhirnya pindah ke Barcelona pada musim panas 2014 dengan bandrol sebesar 80 Juta Euro. Sementara itu Steven Gerrard kemudian meninggalkan Liverpool setahun kemudian. Sedangkan Kroos pindah ke Real madrid dengan banderol 25 Juta Euro.

Kini, pemain Jerman itu tetap jadi andalan Los Blancos di lini tengah. Mengantarkan klub meraih sejumlah gelar juara, termasuk empat titel Liga Champions Eropa.

Menurut Ronaldo, Mbappe Adalah Masa Depan Sepakbola

Kylian Mbappe telah membuktikan potensi dan bakatnya sejak usia yang masih sangat muda sampai sekarang. Tak heran, jika pemain besar seperti Cristiano Ronaldo menganggap bintang muda Prancis itu sebagai masa depan sepakbola.

Nama Mbappe mulai dikenal publik sejak tampil terengginas bersama dengan AS Monaco di musim 2016/17 silam. Performa apiknya berhasil mengantarkan klub kerajaan meraih gelar Ligue 1 Prancis. Di akhir musim, dia ditebus Paris Saint-Germain seharga 180 Juta Euro.

Sejak saat merapat ke klub Prancis, Mbappe terus berkembang. Satu gelar juara dunia bersama Timnas Prancis, tiga gelar Ligue 1, dan tiga trofi domestik lainnya sudah cukup menjelaskan kualitas pemain berusia 21 tahun tersebut.

Dengan potensi dan kualitas yang dia miliki, jelas ada ketertarikan dari sejumlah raksasa Eropa. Real Madrid sudah lama tertarik, kemudian ada Liverpool dan Juventus yang diyakini siap berburu tanda tangan Mbappe.

Berbicara mengenai bakat dan potensi yang dimiliki bintang muda Prancis tersebut, Cristiano Ronaldo yang sudah merasakan sukses besar dalam sepakbola merasa bahwa Mbappe adalah masa sekarang dan masa depan dari sepakbola itu sendiri.

“Mbappe adalah masa depan dan masa kini. Dia pemain fantastis, sangat gesit, dan dia akan jadi masa depan.” ujar Ronaldo kepada Marca.

Sebelum ini, Mbappe sendiri pernah melayangkan sanjungan kepada Cristiano Ronaldo. Menurutnya, mega bintang Portugal itu adalah inspirasi bagi banyak pemain termasuk dia. Ronaldo merupakan idola setelah Zinedine Zidane. Apa yang dikatakan Mbappe inipun tampak sebagai sinyal bagi Real Madrid.

“Sekarang saya harus memandang karier Cristiano sebagai inspirasi. Jika Anda lahir di Prancis, jelas Anda tumbuh dengan mengidolakan Zinedine Zidane. Setelahnya, ada Cristiano, yang jika saya cukup beruntung bisa menghadapinya langsung di level klub dan tim nasional,” kata Mbappe kepada reporter.

Mbappe sendiri masih terikat kontrak di Paris Saint-Germain sampai tahun 2023 mendatang. Kabarya, Les Parisiens juga tidak akan membiarkan bintang andalan mereka itu pergi dengan memasang banderol setinggi langit dalam kontrak sang pemain.

Diyakini, PSG hanya akan melepas Mbappe jika ada yang bersedia membayar sebesar 300 Juta Euro.

Arsenal Diminta Tetap Pertahankan Aubameyang

Salah seorang mantan pemain Arsenal, Paul Merson memberikan saran kepada The Gunners. Ia meminta tim asal London Utara itu tetap mempertahankan striker Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang, kendati kontrak sang pemain akan berakhir setahun lagi.

Aubameyang bergabung dengan Arsenal pada musim panas tahun 2017 lalu, sejak saat itu dia langsung jadi andalan di lini depan kliub. Ia menjadi juru gedor utama The Gunners di mana musim lalu ia memenangkan gelar top skorer Premier League.

Sayangnya, saat ini kontrak sang pemain memang tinggal tersisa satu tahun lagi. Penyerang asal Gabon itu kontraknya akan habis di tahun 2021 dan sampai sekarang yang bersangkutan belum memberikan jawaban atas sodoran kontrak anyar dari Arsenal.

Terkait hal ini, Paul Merson menyarankan Arsenal untuk tidak menyerah memberikan kontrak baru kepada sang pemain.

“Saya rasa Pierre-Emerick Aubameyang akan berusia 31 atau 32 ketika kontraknya habis, jadi jika saya jadi Arsenal, saya akan mempertahankannya di musim panas nanti,” ujar Merson kepada Sky Sports.

Lebih lanjut, Merson mengungkapkan alasan dibalik pendapatnya tersebut. Dia sangat yakin Aubameyang akan memegang peranan kunci dalam keberhasilan klub melangkah ke Liga Champions Eropa musim depan.

“Saya sendiri ingin mempertahankannya, karena ia bisa membantu tim ini untuk lolos ke Liga Champions. Ketika mereka sudah lolos, mereka bisa melepaskannya, karena sangat sulit mencari penyerang yang bisa memberikan anda banyak gol, sementara dia adalah pencetak gol alami.” Tandasnya.

Gabriel Martinelli memang didatangkan klub pada musim dingin kemarin, dengan tujuan menggantikan Aubemeyang. Tapi Merson menilai bahwa pemain Brazil tersebut masih butuh waktu untuk beradaptasi.

“Anda tidak bisa langsung membebani Martinelli untuk mencetak gol sebanyak itu. Ingat dia masih berusia 18 tahun, bukan 22 atau 23 tahun. Saya penggemar beratnya, namun semuanya butuh timing yang tepat.” Lanjutnya.

Sebagaimana rumor yang terdengar, mantan pemain Borussia Dortmund tersebut ingin mencoba tantangan baru di La Liga Spanyol. Diyakini, Barcelona dan Real Madrid siap menampung servis striker Gabon. Bahkan, Barcelona sempat berusaha mendapatkan Aubameyang sejak januari kemarin.

Sulitnya Olivier Giroud Tinggalkan Chelsea

Malang betul nasib penyerang veteran Prancis, Olivier Giroud. Di satu sisi, dia sangat jarang mendapat kesempatan tampil di Chelsea. Di sisi lain, tekadnya untuk hengkang sangat besar demi mendapat kesempatan bermain lebih banyak. Tapi proses kepindahannya dari Stamford Bridge cenderung dipersulit.

Spekulasi hengkangnya Giroud dari Chelsea sejatinya sudah terdengar sejak beberapa waktu lalu. Dia tidak mendapatkan kesempatan bermain di bawah Frank Lampard, bahkan menjadi opsi ketiga setelah Tammy Abraham dan Michy Batshuayi.

Situasi tersebut jelas membuat eks Arsenal merasa frustrasi, apalagi dia sudah mendapat ultimatum dari pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps. Giroud, terancam tidak mendapat panggilan dari Timnas Prancis untuk ajang Euro 2020 mendatang, jika dia tetap jarang bermain di level top.

Giroud sendiri sudah mengakuinya sendiri di depan media, bahwa dia bakal mempertimbangkan kemungkinan meninggalkan klub jika tidak ada perubahan. Kabarnya, raksasa Serie A Italia, Inter Milan adalah tujuan sang pemain.

Giroud ingin bekerja di bawah Antonio Conte lagi, begitu pun sebaliknya. Kabarnya, Giroud sudah mencapai kesepakatan personal kontrak dua setengah tahun dengan gaji 4 juta euro per tahun. Namun sayangnya, kesepakatan antara Chelsea dan Inter Milan masih belum tercapai.

Disinyalir, masalah utama dari kesepakatan yang mandeg ini adalah soal harga. Chelsea di satu sisi menginginkan 7 Juta Euro dari penjualan Giroud. Inter Milan enggan memenuhi banderol tersebut. Mereka hanya ingin membayar 5 Juta Euro ditambah segelintir bonus bersyarat.

Giroud mungkin batal meninggalkan Chelsea Januari ini, tapi hanya masalah waktu sampai keinginannya terwujud. Inter masih belum menyerah dan akan berusaha mendapatkan Giroud pada bursa transfer musim panas mendatang.

Jika benar demikian, situasinya jelas lebih mudah bagi Inter Milan, karena saat itu kontrak Giroud sudah habis, Inter bakal mendapatkan pemain incaran Conte dengan cuma-cuma. Sedangkan bagi Chelsea, jelas kepergian Cuma-Cuma sang pemain akan membuat mereka merugi.

Karena alasan ini, Chelsea diklaim tengah mencari tim yang bersedia meminjam Giroud di sisa musim ini. Peminjaman ini sangat penting bagi Giroud yang membutuhkan menit bermain agar bisa mentas di ajang Piala Euro 2020 mendatang.

Jordan Henderson Sabet Gelar Pemain Terbaik Inggris 2019

Tidak hanya Sadio Mane, Roberto Firmino, Alisson Becker atau Virgil Van Dijk yang mendapat penghargaan menyusul suksesnya Liverpool di sepanjang tahun 2019 kemarin, tapi kapten mereka Jordan Henderson juga mendapat apresiasi. Gelandang berusia 29 tahun tersebut baru saja dinobatkan sebagai pemain Inggris terbaik di tahun 2019 oleh FA.

Seperti diketahui, Liverpool adalah salah satu tim tersukses di sepanjang tahun 2019 kemarin. Setelah berhasil memenangkan gelar Liga Champions Eropa, tim arahan Jurgen Klopp menambah koleksi dua gelar lagi usai memenangkan trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Tentu saja, Jordan Henderson adalah salah satu pemain andalan Tim Marseyside.

Sosok yang juga didapuk menjadi kapten timnas Inggris tersebut memegang peranan penting atas sukses Liverpool tahun kemarin. Tak heran dia mendapat apresiasi berupa penghargaan pemain pria terbaik Inggris edisi 2019 oleh FA. Pemenang penghargaan ini ditentukan lewat polling online oleh para fans The Three Lions di laman resmi FA yang dimulai setiap akhir tahun.

Untuk edisi 2019 ini, Henderson sukses menjadi pemenang setelah mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni penyerang sayap Manchester City, Raheem Sterling dan striker Tottenham, Harry Kane. Sepanjang tahun 2019, Henderson bermain sebanyak tujuh kali bagi tim nasional Inggris. Termasuk dalam laga melawan Montenegro yang jadi laga ke-50 nya untuk tim tiga singa.

Henderson menjadi bagian penting dalam kesuksesan Inggris tampil sempurna untuk lolos ke putaran final EURO 2020 juga memenangkan posisi ke-3 di ajang Liga Antarnegara Eropa. Di level klub, Henderson tiga kali mengangkat trofi sebagai kapten Liverpool, yakni gelar Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Sedangkan untuk kategori pemain wanita terbaik Inggris tahun kemarin dimenangkan oleh Lucy Bronze. Sebagai informasi, Bronze berjasa besar mengantar Inggris meraih gelar juara turnamen SheBelieves Cup serta melaju hingga semifinal pada ajang Piala Dunia Wanita 2019. Tak heran jika sebelumnya dia juga dinobatkan sebagai pemain wanita terbaik Eropa 2019 oleh pihak UEFA.

De Jong Tak Pernah Ragu Bisa Bersaing di Barcelona

Gelandang Tim Nasional Belanda, Frenkie De Jong sempat diragukan bisa bersaing dalam skuat utama Barcelona, akan tetapi faktanya yang bersangkutan bisa menggeser pemain berpengalaman seperti Ivan Rakitic. Terkait hal ini, De Jong sendiri sedari awal tak pernah meragukan kualitas dirinya untuk bisa bersaing di klub La Liga tersebut.

Seperti diketahui, Frenkie De Jong yang baru berusia 22 tahun memang pindah ke Barcelona pada bursa transfer musim panas kemarin, setelah yang bersangkutan tampil gemilang bersama dengan Ajax Amsterdam dan juga tim Nasional Belanda. Awalnya, De Jong diragukan bisa bersaing di skuat utama Barcelona, terlebih ada perbedaan antara gaya sepakbola di Belanda dan Di Spanyol.

Selain itu, De Jong juga harus bersaing dan bermain dengan para pemain kelas dunia yang sudah berpengalaman. Namun ternyata De Jong tak membutuhkan waktu lama untuk bisa beradaptasi dengan mulus di Camp Nou. Buktinya, pelatih Ernesto Valverde selalu mengandalkan sosok berusia 22 tahun tersebut di lini tengah Barcelona.

Dia berhasil menggeser pemain berpengalaman sekelas Ivan Rakitic dari skuat utama Raksasa Catalan, dan De Jong juga membayar kepercayaan pelatih dengan performa yang bagus. Saat ini Barcelona berada di peringkat pertama klasemen La Liga. Mereka unggul dua angka dari Real Madrid yang ada di posisi kedua. De jong yang turut berperan dalam catatan itu mengaku sama sekali tak meragukan kemampuannya sejak awal.

“Saya benar-benar berharap bahwa langkah dari Ajax tidak akan sebesar itu. Saya tahu level apa yang kami capai musim lalu. Bahkan ada lebih banyak kualitas di sini; Saya bermain dengan pemain yang bahkan lebih besar, beberapa di antaranya tentu saja sangat istimewa karena kualitas luar biasa mereka, seperti Lionel Messi, Luis Suarez dan Sergio Busquets,”

“terlepas dari fakta bahwa disini ada para pemain dengan nama besar seperti mereka, saya tidak pernah ragu bisa meningkatkan kualitas saya di sini” katanya kepada De Telegraaf.

Frenkie De Jong adalah salah satu andalan Ajax Amsterdam dalam melaju sampai ke semifinal Liga Champions Eropa musim kemarin. Namun di babak itu mereka berhasil disingkirkan oleh Tottenham Hotspur.

Terungkap Sbobet Agenbola8, Arsene Wenger Sempat Tolak Tawaran Madrid

Arsene Wenger dipastikan meninggalkan Arsenal pada bursa transfer musim panas menjelang piala dunia 2018, sebagaimana kesepakatan yang telah tercapai antara pihak terkait. Dengan kepastian tersebut, Wenger pun mengungkapkan sejumlah fakta yang tidak banyak orang tahu, salah satunya adalah fakta bahwa dia sempat nyaris menangani Real Madrid.

Terungkap Sbobet Agenbola8, Arsene Wenger Sempat Tolak Tawaran Madrid

Manajer asal Prancis ini telah mengakhiri 22 tahun periode kepelatihannya di Arsenal, meskipun faktanya masih memiliki sisa kontrak satu tahun lagi di klub London Utara tersebut. Selama 22 tahun menangani Arsenal, Wenger sendiri cukup berprestasi, meski sejak trofi Premier League ketiganya di tahun 2004 silam, yang bersangkutan tak pernah lagi memenangkan gelar Liga Primer Inggris.

Kendati kurang berprestasi selama beberapa tahun terakhir, faktanya tetap saja ada ketertarikan dari sejumlah raksasa Eropa terhadap pelatih berusia 68 tahun ini semasa masih menjabat sebagai pelatih Arsenal dulu. Dan ternyata, salah satu raksasa Eropa yang berminat akan servis Wenger adalah raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid.

Hal itu diungkapkan sendiri oleh Wenger bersama SBOBET, namun Wenger mengaku tidak bisa menerima tawaran dari Los Blancos meskipun dia sendiri meimpikan peranan tersebut. Alasannya adalah karena dia baru saja menyepakati kontrak dengan Arsenal untuk lima tahun ke depan, setelah klub meminjam uang dalam jumlah besar untuk menuntaskan pembangunan Emirates Stadium.

“Ketika kami membangun [Emirates Stadium], pihak bank meminta saya untuk berkomitmen selama lima tahun, Pertama kali [Madrid melakukan pendekatan] ada pada masa lima tahun tersebut dan saya tak bisa menerimanya, itu akan mengkhianati Arsenal.”

“Real Madrid, saya kira pernah menolak mereka dua atau tiga kali. Anda tahu, itu merupakan salah satu klub yang saya sukai semasa kecil. Tapi saya merasa periode tersebut merupakan masa sensitif bagi Arsenal. Anda akan selalu tergoda untuk pergi ke Real Madrid karena mereka menawarkan saya kesempatan untuk mengontrol klub secara penuh.” ungkap Wenger kepada beIN SPORTS.